Deni Kusumawardani, - (2025) Refleksi Implementasi Ekonomi Hijau di Indonesia: Kajian Ekonomi Lingkungan. [Pidato Guru Besar] (Unpublished)
|
Text (Pidato Guru Besar)
26. 14.53.PGB.FEB. Prof. Dr. Deni Kusumawardani, S.E., M.Si..pdf Download (8MB) |
Abstract
Pada bagian akhir dari orasi ilmiah ini akan disampaikan beberapa simpulan penting terkait implementasi ekonomi hijau di Indonesia. Pertama, kinerja ekonomi hijau di Indonesia mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, meskipun belum mencapai hasil yang memuaskan. Dari perspektif internasional, kinerja ekonomi hijau Indonesia masih berada pada tingkat sedang atau dikategorikan cukup baik. Sejatinya Indonesia mempunyai kapasitas yang cukup memadai untuk meningkatkan kinerja ekonomi hijau melalui pilar lingkungan dan pilar sosial, tetapi tidak didukung oleh kapasitas ekonomi dalam bentuk dukungan dari perdagangan hijau, pekerjaan hijau, dan inovasi hijau. Sementara itu dari perspektif daerah, kinerja ekonomi hijau kabupaten secara umum juga magi berada pada tingkat sedang, meskipun mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya. Selain itu, terjadi disparitas yang cukup tinggi dalam pencapaian kinerja ekonomi hijau antar daerah, terutama antara Jawa-Bali dengan pulau-pulau lain serta antara Kawasan Barat-Tengah dengan Kawasan Timur. Kedua, pencapaian kinerja ekonomi hijau di Indonesia lebih didorong oleh pilar ekonomi daripada pilar sosial dan pilar lingkungan. Beberapa indikator pada pilar lingkungan menunjukkan kinerja yang kurang memuaskan, diantaranya energi terbarukan, degradasi lahan gambut, dan pengurangan emisi gas rumah kaca. Melihat fakta tersebut, stigma yang mengatakan bahwa selama ini pembangunan ekonomi di Indonesia lebih mengutamakan aspek ekonomi yang beroricntasi pada pertumbuhan dengan mengorban kan lingkungan tidak bisa dianggap salah sepenuhnya. Dengan demikian, pengarustamaan ekonomi hijau di Indonesia lingkungan. Sebaliknya kebijakan untuk meningkatkan kualitas lingkungan akan membawa konsekuensi pada melambatnya pertumbuhan ekonomi. Dalam perspektif Ilmu Ekonomi, lingkungan dianggap sebagai barang publik dan degradasi lingkungan sebagai eksternalitas negatif dimana pasar tidak bisa secara otomatis mengoreksinya. Di sinilah perlu intervensi pemerintah dalam bcntuk kebijakan dan insentif untuk memperbaiki kualitas lingkungan.
| Item Type: | Pidato Guru Besar | ||||
|---|---|---|---|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | ekonomi hijau, ekonomi lingkungan | ||||
| Subjects: | H Social Sciences > HC Economic History and Conditions | ||||
| Divisions: | 04. Fakultas Ekonomi dan Bisnis | ||||
| Creators: |
|
||||
| Depositing User: | Ny Wahyuni - | ||||
| Date Deposited: | 13 May 2026 08:19 | ||||
| Last Modified: | 13 May 2026 08:19 | ||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/140971 | ||||
| Sosial Share: | |||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


