Transformasi Hijau dalam Manajemen SDM: Faktor Pendorong dan Tantangan Menuju Keberlanjutan

Nuri Herachwati, - (2025) Transformasi Hijau dalam Manajemen SDM: Faktor Pendorong dan Tantangan Menuju Keberlanjutan. [Pidato Guru Besar] (Unpublished)

[img] Text (Pidato Guru Besar)
27. 4.55.PGB.FEB. Prof. Dr. NURI HERACHWATI.pdf

Download (15MB)
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Penerapan Green Human Resource Management (GHRM) dalam industri memberikan manfaat praktis yang signifikan bagi perusahaan dalam mencapai tujuan keberlanjutan. Terdapat beberapa faktor pendorong utama dalam proses implementasi GHRHM, yakni kebijakan internal yang jelas, keterlibatan karyawan, kepercayaan masyarakat, serta dukungan manajemen puncak. Kebijakan internal yang terstruktur, seperti pengurangan penggunaan kertas dan efisiensi energi, menjadi langkah awal dalam membangun budaya organisasi yang ramah lingkungan. Selain itu, sistem penghargaan dan hukuman dapat digunakan sebagai mekanisme penegakan untuk memastikan kepatuhan terhadap kebijakan keberlanjutan. Keterlibatan karyawan juga berperan penting dalam penerapan GHRM, yang dapat difasilitasi melalui program pelatihan dan edukasi berkelanjutan guna meningkatkan kesadaran serta kompetensi mereka dalam menerapkan praktik ramah lingkungan. Faktor lain yang mendukung implementasi GHRM adalah kepercayaan masyarak.at terhadap komitmen organisasi dalam menjaga lingkungan. Hal ini dapat dicapai dengan transparansi perusahaan dalam mengkomunikasikan upaya lingkungan mereka serta keterlibatan ak.tif dalam program keberlanjutan berbasis komunitas, seperti pendanaan proyek energi terbarukan atau pendidikan lingkungan. Selain itu, dukungan manajemen puncak menjadi kunci utama keberhasilan GHRM, mengingat struktur hierarkis di industri perbankan Indonesia. Komitmen dan keterlibatan aktif dari pemimpin senior dapat diperkuat melalui lokakarya serta seminar yang menyoroti manfaat jangka panjang GHRM terhadap keberlanjutan bisnis dan reputasi perusahaan. Dengan memastikan bahwa tujuan GHRM terintegrasi dalam matrik kinerja eksekutif, keberlanjutan dapat menjadi prioritas utama dalam pengambilan keputusan strategis. Oleh karena itu, keberhasilan penerapan GHRM bergantung pada pendekatan yang komprehensif dengan menggabungkan kebijakan internal, keterlibatan karyawan, partisipasi masyarakat, dan mana kurangnya dukungan dan keterlibatan aktif dari manajemen puncak dapat menghambat implementasi kebijakan GHRM. Sementara itu Human Resources Barrier juga menjadi tantangan tersendiri, mengingat dalam membangun budaya organisasi yang ramah lingkungan diperlukan pengenalan kebijakan praktis yang secara bertahap dapat diterima oleh karyawan tanpa menimbulkan resistensi yang berdampak pada operasional perusahaan (Sulistiwan, 2024). Selain itu, membangun kepercayaan konsumen (customer barriers) merupakan faktor pen ting yang menuntut transparansi dalam upaya lingkungan dan keterlibatan aktif dengan pemangku kepentingan lokal untuk meningkatkan reputasi serta loyalitas pelanggan. Dalam konteks Indonesia, tantangan lain yang dihadapi adalah ketergantungan pada praktik informal dan resistensi terhadap prosedur formal (Regulatory and Industry Barrier), yang memerlukan strategi yang disesuaikan dengan nilai dan budaya kerja lokal agar implementasi GHRM dapat diterima dengan baik. Terakhir, dukungan manajemen puncak yang konsisten sangat penting untuk menjamin keberhasilan implementasi, di mana bank perlu mengamankan komitmen jangka panjang melalui pendekatan yang menekankan manfaat keuangan dan reputasi dari penerapan GHRM.

Item Type: Pidato Guru Besar
Uncontrolled Keywords: Manajemen, SDM, transformasi hijau
Subjects: H Social Sciences > HF Commerce > HF5549-5549.5 Personnel management. Employment
Divisions: 04. Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Creators:
CreatorsNIM
Nuri Herachwati, -NIDN0030066603
Depositing User: Ny Wahyuni -
Date Deposited: 13 May 2026 08:40
Last Modified: 13 May 2026 08:40
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/140973
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item