Aktivitas Antivirus Hepatitis C dari Kombinasi Ekstrak Etanol Daun Acacia mangium Willd. dengan Obat Antivirus secara In Vitro

HUSNIA NURUL IZZATI (2022) Aktivitas Antivirus Hepatitis C dari Kombinasi Ekstrak Etanol Daun Acacia mangium Willd. dengan Obat Antivirus secara In Vitro. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (HALAMAN JUDUL)
051811133113_HALAMAN JUDUL.pdf

Download (439kB)
[img] Text (BAB I)
051811133113_BAB I.pdf

Download (52kB)
[img] Text (FULLTEXT)
051811133113_FULLTEXT.pdf
Restricted to Registered users only

Download (4MB) | Request a copy
Official URL: http://www.lib.unair.ac.id

Abstract

Penyakit hepatitis C adalah suatu peradangan akut maupun kronis pada liver yang disebabkan oleh infeksi virus Hepatitis C. Penyakit ini diperkirakan telah menginfeksi 170 juta orang dan menyebabkan sekitar 58 juta kasus peradangan kronis dengan estimasi penambahan kasus baru sejumlah 1,5 juta kasus per tahun, namun hingga saat ini vaksin hepatitis C belum ditemukan. Obat yang telah digunakan dalam terapi adalah kombinasi pegylated interferon (PEG-IFN) dengan ribavirin. Pada regimen terapi terbaru ditambahkan obat golongan Direct Acting Antivirals (DAAs) ke dalam kombinasi, atau mengganti kombinasi tersebut menjadi bebas interferon. Meski demikian, terapi ini masih memiliki keterbatasan seperti timbulnya efek samping, resiko resistensi, dan harga yang relatif mahal (Ashfaq et al., 2011; Naggie dan Muir, 2016). Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian untuk mendapatkan obat baru yang potensial untuk pengobatan hepatitis C. Tanaman merupakan sumber menjanjikan untuk pencarian obat baru bagi hepatitis C, karena dapat meminimalkan efek samping, mengurangi resiko resistensi, dan memiliki harga yang relatif lebih murah (Sun et al., 2022). Salah satu tanaman yang memiliki aktivitas antivirus hepatitis C adalah Acacia mangium Willd. Tanaman ini berasal dari famili Fabaceae yang secara traisional banyak digunakan dalam pengobatan penyakit liver (Widodo et al., 2019). Pada penelitian yang dilakukan oleh Sukma (2020), didapatkan bahwa ekstrak etanol 96% daun A. mangium aktif menghambat virus JFH1a secara in vitro, dengan nilai IC50 sebesar 4,45 ± 0,06 µg/ml dengan mekanisme hambat pada post-entry. Berdasarkan uji sitotoksisitas diketahui bahwa ekstrak etanol daun A. mangium tidak bersifat toksik terhadap sel hepatosit, sehingga berpotensi untuk dikembangkan sebagai obat alternatif atau terapi komplementer pada hepatitis C. Pada penelitian ini dilakukan skrining fitokimia dan ditemukan bahwa ekstrak etanol daun A. mangium memiliki kandungan flavonoid, polifenol, dan terpenoid. Ketiga kelompok senyawa tersebut diketahui memiliki peran dalam aktivitas antivirus (Kumar dan Pandey, 2013; Montenegro-Landivar et al., 2021; Yang et al., 2020). .Beberapa penelitian sebelumnya telah melaporkan ekstrak dari bahan alam dapat meningkatkan aktivitas antihepatitis C dari obat antivirus (Wahyuni et al, 2019; Permanasari et al., 2021). Berdasarkan hal tersebut, pada penelitian ini dilakukan pengujian aktivitas antivirus hepatitis C kombinasi dari ekstrak etanol 96% daun A. mangium dengan obat yang aktif sebagai antivirus hepatitis C yaitu ribavirin, siklosporin A, dan telaprevir. Ribavirin dan telaprevir adalah obat antivirus yang telah diterima sebagai regimen terapi hepatitis C, sedangkan siklosporin A adalah obat yang biasa digunakan sebagai imunosupresan dan secara in vitro dan in vivo bersifat aktif untuk menghambat berbagai virus termasuk virus hepatitis C. Kombinasi ekstrak daun A. mangium dengan obat antivirus tersebut diharapkan mampu memberikan efek sinergis yang dapat dilihat berdasarkan nilai indeks kombinasi (combination index, CI). Efek sinergis ditunjukkan dengan nilai CI<1, efek aditif ditunjukkan pada CI=1, sedangkan efek antagonis ditunjukkan dengan nilai CI>1. Pada penelitian ini dilakukan pengujian kombinasi dengan konsentrasi ekstrak etanol 96% daun A. mangium dan obat antivirus yang ditentukan berdasarkan nilai konsentrasi penghambatan 50% (Inhibition Concentration 50%, IC50), yaitu sebesar 4xIC50, 2xIC50, 1xIC50, ½xIC50, dan ¼xIC50. Hasil penelitian menunjukkan kombinasi ekstrak etanol 96% daun A. mangium dengan ribavirin menghasilkan peningkatan aktivitas penghambatan virus hepatitis C dibanding ribavirin tunggal, terlihat dari nilai IC50 ribavirin tunggal yang mulanya sebesar 6,61 ± 0,34 µg/mL menjadi 5,71 ± 0,09 µg/mL. Kombinasi ekstrak etanol daun A. mangium dengan siklosporin A menghasilkan penurunan aktivitas penghambatan virus hepatitis C dibanding siklosporin A tunggal, terlihat dari nilai IC50 siklosporin tunggal yang mulanya sebesar 0,16 ± 0,05 µM menjadi 0,44 ± 0,03 µM. Kombinasi ekstrak etanol daun A. mangium dengan telaprevir menghasilkan kenaikan aktivitas penghambatan virus hepatitis C dibanding telaprevir tunggal, terlihat dari nilai IC50 telaprevir tunggal yang mulanya 13,12 ± 0,83 nM menjadi 54,02 ± 0,37 nM. ? Penentuan efek sinergis, antagonis, ataupun aditif dengan mencari indeks kombinasi (CI) dilakukan menggunakan aplikasi Compusyn. Pada kombinasi ekstrak etanol daun A. mangium dengan ribavirin ditemukan efek antagonis pada pada ED50 dengan nilai CI >1, namun seiring dengan meningkatnya konsentrasi kombinasi ini menunjukkan efek sinergis dimana nilai CI menjadi <1 pada konsentrasi 4xIC50 dan 2xIC50 dari masing-masing komponen. Kombinasi ektstrak etanol daun A. mangium dengan siklosporin A menghasilkan efek antagonis dengan indeks kombinasi >1 pada ED50 dan pada masing-masing konsentrasi. Kombinasi ekstrak etanol daun A. mangium dengan telaprevir menghasilkan efek sinergis seiring dengan penurunan konsentrasi kedua bahan dengan indeks kombinasi <1 pada ED50, dan antagonis pada konsentrasi yang lebih tinggi karena pada ED75, ED90, dan ED95 nilai CI >1. Namun ditemukan pula sinergisme pada konsentrasi 1xIC50, ½xIC50, ¼xIC50 dari ekstrak dan telaprevir. Ditemukan juga bahwa kombinasi antara ekstrak etanol daun A. mangium dan obat antivirus yang telah dilakukan tidak bersifat sitotoksik terhadap sel hepatosit dengan persen viabilitas sel lebih dari 80%. Berdasarkan hasil penelitian, kombinasi antara ekstrak etanol daun A. mangium dengan ribavirin, dan telaprevir dapat menghasilkan efek sinergis pada konsentrasi tertentu, dimana kombinasi ekstrak dengan ribavirin menghasilkan efek sinergis pada konsentrasi lebih dari IC50, sedangkan kombinasi ekstrak dan telaprevir menghasilkan efek sinergis pada konsentrasi IC50 atau di bawahnya. Hal ini berbeda dengan kombinasi ekstrak dengan siklosporin A yang menghasilkan efek antagonis pada IC50 dan semua konsentrasi. Berdasarkan hal ini perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai mekanisme yang terjadi sehingga menyebabkan munculnya efek sinergis dan antagonis pada kombinasi yang diteliti.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK S.FF 192 - 23 HUS a
Uncontrolled Keywords: Acacia mangium Willd., hepatitis C, combination therapy, synergistic effect
Subjects: R Medicine > RC Internal medicine > RC109-216 Infectious and parasitic diseases
R Medicine > RV Botanic, Thomsonian, and eclectic medicine
Creators:
CreatorsNIM
HUSNIA NURUL IZZATINIM051811133113
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorUNSPECIFIEDUNSPECIFIED
Depositing User: Sulistiorini
Date Deposited: 18 May 2026 01:21
Last Modified: 18 May 2026 01:21
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/140996
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item