Meningkatkan kualitas hidup anak Indonesia melalui pemeliharaan mikrobiom rongga mulut pada 1000 hari pertama kehidupan: Disampaikan pada Pengukuhan Jabatan Guru Besar dalam Bidang Ilmu Dental Cariology dalam Kedokteran Gigi Anak pada Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga di Surabaya pada Hari Selasa, Tanggal 5 September 2023

Udijanto Tedjosasongko, - (2023) Meningkatkan kualitas hidup anak Indonesia melalui pemeliharaan mikrobiom rongga mulut pada 1000 hari pertama kehidupan: Disampaikan pada Pengukuhan Jabatan Guru Besar dalam Bidang Ilmu Dental Cariology dalam Kedokteran Gigi Anak pada Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga di Surabaya pada Hari Selasa, Tanggal 5 September 2023. [Pidato Guru Besar] (Unpublished)

[img] Text (PIDATO GURU BESAR)
69. 02.50.PGB.FKG Gubes Udijanto.pdf

Download (2MB)
Official URL: http://library@lib.unair.ac.id

Abstract

Penyakit gigi dan mulut Karies gigi merupakan suatu penyakit infeksi pada jaringan keras gigi yang menyerang semua umur, semua tingkatan status sosial ekonomi, jenis kelamin, suku ataupun ras. Hasil Riset Kesehatan Dasar (RISKEDAS) tahun 2018 menunjukkan bahwa penduduk Indonesia rata - rata memiliki 4 sampai 5 gigi yang bermasalah. Prevalensi karies gigi pada anak usia dini sangat tinggi yaitu 93%, artinya hanya 7% anak-anak yang tidak memiliki masalah dengan karies gigi. Karies gigi terjadi akibat 4 faktor yang saling berinteraksi yaitu faktor host, substrat, mikroorganisme dan waktu. Mikroorganisme yang berperan dalam proses terjadinya karies gigi merupakan bagian dari komunitas mikrobiom rongga mulut. Mikrobiom rongga mulut Mikrobiom rongga mulut manusia terdiri dari triliunan mikroba yang membuat ekosistem kompleks yang terdiri dari berbagai macam jenis mikroorganisme. Mikrobiom rongga mulut bersifat natural dan memiliki hubungan simbiosis dengan host dengan memberikan manfaat penting. Dalam kesehatan mulut, keseimbangan dinamis tercapai antara host, lingkungan, dan mikrobiom. Namun, seringnya asupan gula dan atau pengurangan aliran saliva menghasilkan periode rendah pH dalam biofilm, yang mengganggu hubungan simbiotik ini. Kondisi seperti itu menghambat pertumbuhan spesies yang menguntungkan dan mendorong pemilihan bakteri dengan fenotipe penghasil asam/penoleransi asam, sehingga meningkatkan risiko karies (dysbiosis).

Item Type: Pidato Guru Besar
Uncontrolled Keywords: kualitas hidup, anak Indonesia, mikrobiom rongga mulut
Subjects: R Medicine > RK Dentistry > RK1-715 Dentistry
Divisions: 02. Fakultas Kedokteran Gigi > Dental Public Health
Creators:
CreatorsNIM
Udijanto Tedjosasongko, --
Depositing User: Tatik Poedjijarti
Date Deposited: 18 May 2026 04:43
Last Modified: 22 Jun 2026 01:27
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/141026
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item