ANALISIS RADIOGRAFIK DERAJAT DESTRUKSI TULANG PADA MODEL DEFEK OSTEOMYELITIS MANDIBULA TIKUS PASCA INDUKSI Staphylococcus aureus (Animal Model)

Adi Rizal Soleh, - (2022) ANALISIS RADIOGRAFIK DERAJAT DESTRUKSI TULANG PADA MODEL DEFEK OSTEOMYELITIS MANDIBULA TIKUS PASCA INDUKSI Staphylococcus aureus (Animal Model). Masters thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (HALAMAN I)
021518016302 HALAMAN I.pdf

Download (153kB)
[img] Text (BAB I)
021518016302 BAB I.pdf

Download (46kB)
[img] Text (FULL TEXT)
021518016302.pdf
Restricted to Registered users only

Download (3MB) | Request a copy
Official URL: http://www.lib.unair.ac.id

Abstract

Latar Belakang: Osteomyelitis atau infeksi tulang, merupakan proses inflamasi akut atau kronis pada tulang dan struktur sekunder akibat infeksi piogenik, yaitu bakteri, jamur, dan mikobakteri. Penyebab utama osteomyelitis pada rahang disebabkan oleh infeksi odontogenik. Staphylococcus aureus (S.aureus) merupakan salah satu penyebab utama pada 80% kasus osteomyelitis. Pencitraan berperan integral dalam menegakkan diagnosis osteomyelitis dan mengkarakterisasi tingkat penyebaran penyakit. Plain radiography tetap menjadi pemeriksaan lini pertama yang dapat dilakukan untuk membedakan osteomyelitis dengan diagnosis kelainan tulang yang lain sekaligus mampu memberikan gambaran progresifitas osteomyelitis. Model hewan (animal model) memberikan lingkungan yang lebih dapat direproduksi dan terkontrol sehingga dapat dimanipulasi untuk mencerminkan gambaran penyakit yang berbeda. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis secara radiografik derajat destruksi tulang pada model defek osteomyelitis mandibula tikus pasca induksi Staphylococcus aureus. Metode: Penelitian eksperimental laboratoris in vivo pada hewan coba tikus Rattus norvegicus. Kelompok penelitian dibagi menjadi 2 kelompok. Kelompok 1 : kelompok mandibula tikus dibur tanpa diinokulasi bakteri dan diterminasi pada hari ke-3, 7, 14 dan 28. Kelompok 2 : kelompok mandibula tikus dibur dengan diinokulasi bakteri dan diterminasi pada hari ke-3, 7, 14 dan 28. Seluruh kelompok kemudian dilakukan pengamatan radiografik pada defek tulang mandibula. Pengamatan meliputi reaksi periosteum, pelebaran diafisis, osteolisis, deformasi tulang dan pembentukan sequestrum. Hasil: Gambaran radiografik defek mandibula kelompok tikus yang diinduksi bakteri menunjukkan adanya progresifitas yang meningkat dari hari pengamatan. Beberapa sampel menunjukkan adanya pembentukan sequester, yang tidak ditemukan pada sampel kelompok tikus yang tidak diinduksi bakteri. Kesimpulan: Tikus yang dibur dan diinduksi S. aureus memberikan derajat destruksi tulang secara radiografik yang lebih berat. Kata Kunci: Osteomyelitis, Animal Model, Tikus, Induksi S. aureus, Radiografik

Item Type: Thesis (Masters)
Additional Information: KKA KK Sp.FKG.BMM 03 - 23 Adi a
Uncontrolled Keywords: Osteomyelitis, Animal Model, Tikus, Induksi S. aureus, Radiografik
Subjects: R Medicine > RK Dentistry > RK1-715 Dentistry
Divisions: 02. Fakultas Kedokteran Gigi > Oral and Maxilofacial Surgery (Spesialis)
Creators:
CreatorsNIM
Adi Rizal Soleh, -NIM021518016302
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorDAVID BUNTORO KAMADJAJA, -NIP196502121991031003
Thesis advisorRM COEN PRAMONO D ., -NIP195402101979011001
Depositing User: Dewi Puspita
Date Deposited: 18 May 2026 08:36
Last Modified: 18 May 2026 08:36
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/141055
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item