Ira Widjiastuti, - (2021) Potensi kombinasi kalsium hidroksida – propolis sebagai medikamen perawatan pulpa vital: Disampaikan pada Pengukuhan Jabatan Guru Besar dalam Bidang Ilmu Konservasi Gigi pada Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga di Surabayapada Hari Rabu, Tanggal 6 Oktober 2021. [Pidato Guru Besar] (Unpublished)
|
Text (PIDATO GURU BESAR)
77. 02.56.PGB.FKG Prof Ira Widjiastuti.pdf Download (2MB) |
Abstract
Gigi berlubang atau karies gigi merupakan salah satu penyakit gigi dan mulut tertinggi yang dialami penduduk Indonesia. Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar yang dilakukan pada tahun 2018 yang diselenggarakan Kementerian Kesehatan menunjukkan 57,4% penduduk bermasalah pada gigi dan mulut. Prevalensi karies gigi pada kelompok usia 15-65 tahun adalah 90,13%. Tetapi hanya 10,2% yang mendapat perawatan (Riskesdas, 2018). Penelitian yang dilakukan di RSGM Unair pada tahun 2014, menunjukkan prevalensi karies profunda paling tinggi, yaitu 59.76%, dan karies superfisial paling rendah sebesar 15.95%. Apabila dilihat dari tingginya prevalensikaries profunda, menggambarkan bahwa kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan gigi masih rendah, karena memeriksakan gigi ke dokter gigi hanya pada saat keadaan karies sudah menyebabkan kehilangan struktur enamel dan dentin hingga menyisakan selapis tipis dentin dan mendekati ruang pulpa (Rahardjo et al., 2014). Karies gigi menyebabkan perubahan degeneratif pada struktur gigi yang disebabkan bakteri dengan produk metaboliknya akan merusak jaringan gigi yang melibatkan enamel, dentin dan pulpa. Jaringan keras gigi membentuk suatu barier fisikyang kuat untuk melindungi pulpa dari karies. Pulpa gigi merupakan jaringan ikat yang dilindungi oleh enamel dan dentin. Mikrorganisme dapat masuk ke dalam pulpa jika integritas barrier ini rusak. Kerusakan dapat berlanjut sehingga mengakibatkan perforasi yang mengakibatkan pulpa terbuka sehingga pulpa akan mengalami inflamasi bahkan juga dapat menyebabkan nekrosis pulpa. Keadaan tersebut dapat menimbulkan rasa nyeri (Cohen, 2011). Perawatan konvensional gigi karies dengan rasa nyeri dan kerusakan yang luas seringkali dilakukan pencabutan tetapi pada perkembangannya, terjadi perubahan paradigma, perawatan karies menghindari tindakan pencabutan menjadi tindakan restoratif. Intervensi minimal dalam kedokteran gigi bertujuan untuk dapat mempertahankan struktur gigi sebagai upaya untuk mencegah terjadinya kerusakan yang lebih kompleks (da Rosa et al., 2017)
| Item Type: | Pidato Guru Besar | ||||
|---|---|---|---|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | kombinasi kalsium hidroksida – propolis, medikamen perawatan pulpa vital | ||||
| Subjects: | R Medicine > RK Dentistry > RK1-715 Dentistry | ||||
| Divisions: | 02. Fakultas Kedokteran Gigi > Ilmu Konservasi Gigi (Spesialis) | ||||
| Creators: |
|
||||
| Depositing User: | Tatik Poedjijarti | ||||
| Date Deposited: | 19 May 2026 07:10 | ||||
| Last Modified: | 22 Jun 2026 01:20 | ||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/141121 | ||||
| Sosial Share: | |||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


