Frekuensi Relatif Terapi Konservatif Dan Radikal Pada Perawatan Ameloblastoma Di RSUD Dr. Soetomo dan RSGM Unair Periode Tahun 2010-2020

Ajda Duhita Ghassani, - (2022) Frekuensi Relatif Terapi Konservatif Dan Radikal Pada Perawatan Ameloblastoma Di RSUD Dr. Soetomo dan RSGM Unair Periode Tahun 2010-2020. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA,.

[img] Text (HALAMAN JUDUL)
021811133093_HALAMAN JUDUL.pdf

Download (408kB)
[img] Text (BAB I)
021811133093_BAB I.pdf

Download (31kB)
[img] Text (FULLTEXT)
021811133093_FULLTEXT.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: https://lib.unair.ac.id/

Abstract

Latar Belakang. Berdasarkan data frekuensi relatif tumor odontogenik pada populasi dunia tahun 1960-2010, ameloblastoma memiliki prevalensi tertinggi yaitu sebanyak 3383 kasus (39,6%) dari 8544 tumor odontogenik. Masih terdapat kontroversi besar mengenai cara terapi yang terbaik antara terapi konservatif dan radikal. Menurut data, prevalensi terjadi rekurensi lebih tinggi setelah terapi konservatif yaitu 75-90% dibandingkan setelah terapi radikal yaitu 15-25%. Namun terapi radikal memiliki tingkat komplikasi yang lebih tinggi dibandingkan terapi konservatif. Tujuan. Mengetahui frekuensi relatif terapi konservatif dan radikal pada perawatan ameloblastoma di RSUD Dr. Soetomo dan RSGM UNAIR. Metode. Penelitian ini melakukan pendataan semua rekam medis pasien ameloblastoma dari tahun 2010-2020. Digunakan statistik deskriptif untuk menghitung frekuensi dan persentase beberapa variabel. Hasil. Terapi radikal dilakukan kepada 187 pasien (96,9%), sedangkan terapi konservatif dilakukan hanya kepada 5 pasien (2,6%). Ditemukan adanya pasien yang mengalami komplikasi yaitu sebanyak 62 pasien (32,3%) dan pasien yang mengalami rekurensi sebanyak 20 pasien (10,4%). Tingkat komplikasi lebih tinggi setelah dilakukan terapi radikal, sedangkan tingkat rekurensi lebih tinggi setelah dilakukan terapi konservatif. Simpulan. Pasien ameloblastoma di RSUD Dr. Soetomo tahun 2010- 2020 dengan tipe histopatologis pleksiform dan tipe folikular lebih banyak dilakukan tindakan terapi radikal, sedangkan tipe pleksiform dan tipe unikistik lebih banyak dilakukan terapi konservatif. Terapi radikal menyebabkan terjadinya komplikasi yang lebih tinggi, sedangkan terapi konservatif menyebabkan terjadinya rekurensi yang lebih tinggi. Tidak didapatkan data yang berasal dari RSGM UNAIR.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKA KK S.FKG.90-22 Ajd f
Uncontrolled Keywords: Ameloblastoma, Terapi Konservatif, Terapi Radikal
Subjects: R Medicine > RK Dentistry > RK1-715 Dentistry
Divisions: 02. Fakultas Kedokteran Gigi > S1 Kedokteran Gigi
Creators:
CreatorsNIM
Ajda Duhita Ghassani, -NIM021811133093
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorBambang Sumaryono, -NIDN0021125703
Thesis advisorSISCA MEIDA WATI, -NIDN0019058801
Depositing User: sugiati
Date Deposited: 20 May 2026 01:25
Last Modified: 20 May 2026 01:25
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/141146
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item