Mohammad Masrudin Firdiyansyah (2022) Tumbang Sebelum Berkembang : Gerakan Swadesi Di Surabaya 1931-1935. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA,.
|
Text (HALAMAN JUDUL)
121711433008 HAL I.pdf Download (346kB) |
|
|
Text (BAB 1)
121711433008 BAB 1.pdf Download (148kB) |
|
|
Text (FULLTEXT)
121711433008.pdf Restricted to Registered users only Download (3MB) | Request a copy |
Abstract
Semenjak VOC melakukan monopoli ekonomi di kawasan Hindia-Belanda, pengusaha bumiputra menjadi terpinggirkan. Pengusaha bumiputra yang sebelumnya menjadi niagawan pada kawasan kota maritim tergeser menjadi niagawan kecil di pedalaman yang bertumpu pada sektor agraris. Simpul-simpul penting ekonomi diambil alih oleh Belanda. Semenjak itu penduduk bumiputra dicirikan sebagai aktor ekonomi yang pasif dan cenderung mengekor terhadap ekonomi Belanda. Padahal tidak selamanya penduduk bumiputra seperti itu. Pada tahun 1931 Persatuan Bangsa Indonesia di Surabaya berupaya untuk membuat penduduk bumiputra memiliki perekonomian yang mandiri sekaligus terlepas dari perekonomian Belanda. Usaha itu diimplementasikan melalui gerakan swadesi dengan cara memproduksi dan memakai produk-produk buatan penduduk bumiputra. Dalam penelitian ini akan dijelaskan awal mula kemunculan, perdebatan-perdebatan sampai tumbangnya gerakan swadesi di Surabaya. Metode yang digunakan adalah metode sejarah yaitu heuristik, verifikasi, interpretasi, dan historiografi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kemunculan gerakan swadesi dipengaruhi oleh faktor pendidikan, ekonomi (pengangguran akibat adanya krisis ekonomi), serta politik (ditangkapnya gerakan politik revolusioner oleh pemerintah). Kemunculan gerakan swadesi dikritik oleh berbagai pihak, termasuk Darsono. Menurutnya gerakan swadesi membuat semangat revolusi penduduk Indonesia luntur. Swadesi dianggap tidak akan bisa mengantarkan penduduk Indonesia ke gerbang kemerdekaan. Sebelum kemerdekaan bisa tercapai, sedikit demi sedikit tokoh pergerakan mulai meninggalkan gerakan swadesi, yang dimulai pada tahun 1933. Penyebab tumbangnya gerakan swadesi pertama, jumlah kelas menengah penduduk bumiputra yang menyokong gerakan swadesi minim. Kedua, datangnya produk imitasi dari Jepang, serta didirikannya industri tekstil Belanda di Indonesia. Ketiga terjadinya perpecahan di kalangan tokoh pergerakan yang mempropagandakan swadesi.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKB KK-2 S.FIB.S.09/22 Moh t | ||||||
| Uncontrolled Keywords: | Kemerdekaan, Mandiri, Surabaya, Swadesi | ||||||
| Subjects: | H Social Sciences > HB Economic Theory H Social Sciences > HC Economic History and Conditions |
||||||
| Divisions: | 12. Fakultas Ilmu Budaya > Ilmu Sejarah | ||||||
| Creators: |
|
||||||
| Contributors: |
|
||||||
| Depositing User: | mat sjafi'i | ||||||
| Date Deposited: | 25 May 2026 02:53 | ||||||
| Last Modified: | 25 May 2026 02:53 | ||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/141465 | ||||||
| Sosial Share: | |||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


