ENDRA WIBISONO HARMAWAN, - (2022) Akurasi Magnetic Resonance Imaging (Mri) 1,5 Tesla Kontras Dan Non Kontras Pada Diagnosis Hernia Nukleus Pulposus Lumbal Terhadap Temuan Operasi : Tinjauan Sistematis Dan Analisis Meta. Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text (HAL JUDUL)
011628206303-HLM JUDUL.pdf Download (302kB) |
|
|
Text (BAB 1)
011628206303-BAB 1.pdf Download (48kB) |
|
|
Text (FULLTEXT)
011628206303.pdf Restricted to Registered users only Download (6MB) | Request a copy |
Abstract
Latar Belakang : Magnetic Resonance Imaging (MRI) saat ini merupakan modalitas pencitraan penting untuk diagnosis pasien dengan nyeri punggung bawah. Tinjauan sistematis dan analisis meta ini bertujuan memberikan informasi akurasi tes diagnostik MRI 1,5 Tesla kontras dan non kontras dalam diagnosis HNP lumbal terhadap temuan operasi. Kesimpulan analisis diharapkan menjadi acuan bagi klinisi dalam pengambilan keputusan tatalaksana pasien. Metode : Tinjauan ini mengikuti protokol Diagnostic Test Accuracy (DTA) Protocol of The Cochrane Collaboration. Registrasi PROSPERO nomor CRD42021277779. Seleksi jurnal berdasarkan guideline PRISMA. Pencarian literatur pada 5 database, yaitu ProQuest, Pubmed, Cochrane Library, Biomed Central dan ScienceDirect. Kualitas literatur dan resiko bias dinilai dengan Newcastle-Ottawa Quality Assesment Form for Cohort Studies dan QUADAS 2 tools. Analisis statistik dikerjakan dengan aplikasi Review Manager (Revman) versi 5.4 Cochrane untuk menilai estimasi sensitifitas dan spesifisitas kemudian melihat hubungannya pada grafik ROC. Hasil : Delapan penelitan dengan total diskus diteliti 510 level diskus. Range sensitifitas dan spesifisitas MRI 1,5 Tesla kontras dan non kontras pada analisis ini antara 64-95% dan 55-100% (95% CI) dengan area under curve di atas threshold pada kurva Receiver Operating Characteristic (ROC). Dua penelitian membandingkan akurasi MRI dan CT Mielografi dengan kurva ROC yang lebih luas pada CT Mielografi dibandingkan MRI. Kesimpulan : MRI 1,5 Tesla kontras dan non kontras memiliki akurasi yang baik dan akurat terlihat dari kurva Receiver Operating Characteristic dengan Area Under Curve luas di atas ambang threshold yang merepresentasikan hubungan antara sensitifitas dan spesifisitas. MRI tidak dapat dijadikan acuan sendiri tanpa memperhatikan klinis pasien dalam tatalaksana tindakan, dengan masih adanya risiko kesalahan dalam mendiagnosis kelainan patologi secara anatomi (false positive) maupun risiko tidak mampu mendiagnosis dengan baik kelaianan patologi yang ada pada pasien (false negative).
| Item Type: | Thesis (Thesis) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKA KK Sp.FK.BS 01 - 23 End a | |||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Akurasi Tes Diagnostik, MRI. HNP, Temuan Operasi | |||||||||
| Subjects: | R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1-1270 Public aspects of medicine | |||||||||
| Divisions: | 01. Fakultas Kedokteran > Ilmu Bedah Saraf | |||||||||
| Creators: |
|
|||||||||
| Contributors: |
|
|||||||||
| Depositing User: | prasetyo adi nugroho | |||||||||
| Date Deposited: | 25 May 2026 03:20 | |||||||||
| Last Modified: | 25 May 2026 03:20 | |||||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/141477 | |||||||||
| Sosial Share: | ||||||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


