Dewi Cahya Kesuma, - (2022) Dosis Ekstrak Daun Kembang Sepatu (Hibiscus Rosa-Sinensis L.) Sebagai Agen Hemostatik Topikal. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text (HALAMAN JUDUL)
021811133138_HALAMAN JUDUL.pdf Download (1MB) |
|
|
Text (BAB I)
021811133138_BAB I.pdf Download (137kB) |
|
|
Text (FULLTEXT)
021811133138_FULLTEXT.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Pendahuluan: Perdarahan yang berlebih merupakan salah satu komplikasi ekstraksi gigi dengan frekuensi terjadinya perdarahan pasca ekstraksi gigi 0-26%. Proses pemberhentian perdarahan disebut hemostasis. Pemberian tekanan secara langsung merupakan gold standard untuk pertolongan pertama pada luka perdarahan. Proses hemostasis dapat dipercepat dengan penggunaan agen hemostatik. Agen hemostatik topikal yang paling sering digunakan adalah absorbable gelatin sponge yang berperan sebagai matriks fisik dalam proses inisiasi sumbatan. Penggunaan gelatin dapat menimbulkan isu agama sebab bahan ini umumnya dibuat dari babi yang penggunaannya dilarang agama. Tanaman herbal menjadi salah satu alternatif yang dapat dijadikan bahan hemostatik topikal. Salah satu tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai obat adalah kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis L.). Dalam literature review ini akan dibahas lebih lanjut tentang proses penentuan dosis ekstrak daun kembang sepatu untuk pengembangan obat dan dosis ekstrak daun kembang sepatu sebagai agen hemostatik topikal. Tujuan: Untuk menganalisis penentuan dosis dari ekstrak daun kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis L.) untuk pengembangan obat hemostatik topikal. Metode: Sumber literatur yang digunakan dilakukan pencarian melalui beberapa sumber dengan kesamaan kata ekstrak kembang sepatu, bunga sepatu, Hibiscus rosa-sinensis L., hemostasis pengembangan obat herbal, konsentrasi obat dan penentuan dosis. Hasil: Proses penentuan dosis untuk pengembangan obat perlu dilakukan serangkaian tes pendahuluan yang terdiri dari uji toksisitas, uji pendahuluan, uji utama, dan uji batas sebelum dilakukan uji efektivitas. Dosis uji harus mencakup dosis yang setara dengan penggunaan yang lazim pada manusia dan variasi dosis uji dapat ditentukan menggunakan log-serial dilution atau faktor perkalian tetap lain dan dipetakan menggunakan kurva konsentrasi-respon. Kesimpulan: Dosis efektif ekstrak daun kembang sepatu dalam proses pengembangan obat dapat ditentukan dengan bantuan kurva konsentrasi-respon yang didapatkan dari hasil penelitian. Dosis ekstrak daun kembang sepatu menunjukkan aktivitas hemostatik dengan konsentrasi optimal 40% pada administrasi topikal
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKA KK. S. FKG. 102/22 Dew d | |||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Hibiscus rosa-sinensis, ekstrak kembang sepatu, bunga sepatu, hemostasis, pengembangan obat herbal, konsentrasi obat, penentuan dosis | |||||||||
| Subjects: | R Medicine > RK Dentistry > RK1-715 Dentistry | |||||||||
| Divisions: | 02. Fakultas Kedokteran Gigi > S1 Kedokteran Gigi | |||||||||
| Creators: |
|
|||||||||
| Contributors: |
|
|||||||||
| Depositing User: | sugiati | |||||||||
| Date Deposited: | 25 May 2026 04:00 | |||||||||
| Last Modified: | 25 May 2026 04:00 | |||||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/141486 | |||||||||
| Sosial Share: | ||||||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


