Intan Qonita Kumala Fauzi (2022) UNIT COST ANALYSIS PROGRAM PERACIKAN SITOSTATIKA DI UNIT FARMASI ASEPTIK RUMAH SAKIT UNIVERSITAS AIRLANGGA. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text (HALAMAN JUDUL)
051511133130_HALAMAN JUDUL.pdf Download (732kB) |
|
|
Text (BAB I)
051511133130_BAB I.pdf Download (565kB) |
|
|
Text (FULLTEXT)
051511133130_FULLTEXT.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Kanker merupakan suatu anomali sel yang dapat berkembang hingga menyebar dan menginvasi jaringan lain. Kemoterapi merupakan modalitas terapi yang lazim digunakan dalam pengobatan kanker. Namun fasilitas penanganan sediaan sitostatika di beberapa rumah sakit yang tersedia di Indonesia khususnya daerah Jawa Timur jumlahnya tidak sebanding dengan kenaikan kasus kanker yang naik setiap tahunnya. Dari permasalahan ini maka perlu bagi rumah sakit tipe B untuk memperluas pelayanan kemoterapi dengan mendirikan unit farmasi aseptik mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan perkiraan biaya yang dikeluarkan dalam program peracikan sediaan sitostatika sebelum dan setelah berdirinya Unit Farmasi Aseptik Rumah Sakit Universitas Airlangga. Penelitian ini juga bertujuan untuk melihat perbedaan biaya dari kedua program, mencari komponen-komponen biaya terbesar dan komponen-komponen biaya yang dapat menguntungkan dari program yang ada. Penelitian dilakukan selama periode Maret hingga Mei 2022 di Instalasi Farmasi dan Unit Farmasi Aseptik Rumah Sakit Universitas Airlangga. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode perhitungan yaitu Traditional Costing dengan data primer dari wawancara dengan pihak terkait dan data sekunder diperoleh dari dokumen arsip, data yang diperoleh berada pada periode dari Mei 2020 hingga Mei 2021. Hasil penelitian menunjukkan biaya satuan dari program setelah adanya unit farmasi aseptik Rp 591.405,44 lebih besar dibandingkan dengan sebelum adanya unit farmasi aseptik Rp 578.597,72. Hal ini dikarenakan adanya biaya yang timbul dari kegiatan pembangunan dan pembelian peralatan yang dibutuhkan saat proses pendirian unit farmasi aseptik. Selain itu biaya yang timbul dari aktivitas operasional setelah adanya unit farmasi aseptik memiliki biaya satuan yang lebih besar dibandingkan dengan sebelum adanya unit farmasi aseptik berdiri dikarenakan keseluruhan biaya yang dihabiskan untuk proses operasional sepenuhnya dibayarkan oleh Rumah Sakit Universitas Airlangga, sedangkan saat sebelum adanya unit farmasi aseptik biaya-biaya tersebut dikeluarkan oleh Rumah Sakit Haji selaku pihak yang melakukan peracikan sediaan sitostatika. Dari penelitian ini juga diperoleh data komponen biaya yang menghasilkan keuntungan atau biaya pendapatan. Biaya ini tidak masuk kedalam perhitungan biaya satuan dikarenakan komponen biaya tersebut masuk kedalam kategori benefit atau manfaat. Penelitian ini hanya mengestimasi berapa besar biaya atau cost yang dikeluarkan untuk pendirian unit farmasi aseptik. Hasil dari penelitian ini akan digunakan pada penelitian analisis biaya manfaat.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKC KK S.FF 215 - 23 INT u | ||||||
| Uncontrolled Keywords: | Unit Cost Analysis, Traditional Costing, Pharmacy Aseptic Unit, Cytotoxic | ||||||
| Subjects: | R Medicine > RC Internal medicine > RC0254 Neoplasms. Tumors. Oncology (including Cancer) R Medicine > RS Pharmacy and materia medica |
||||||
| Divisions: | 05. Fakultas Farmasi > Farmasi Praktis | ||||||
| Creators: |
|
||||||
| Contributors: |
|
||||||
| Depositing User: | Sulistiorini | ||||||
| Date Deposited: | 26 May 2026 05:10 | ||||||
| Last Modified: | 26 May 2026 05:10 | ||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/141549 | ||||||
| Sosial Share: | |||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


