CHAIRUNNISA (2022) ANALISIS EFEK SAMPING PENINGKATAN SGOT DAN SGPT PADA PASIEN COVID-19 DENGAN TERAPI FAVIPIRAVIR. Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text (HALAMAN JUDUL)
051915153014_HALAMAN JUDUL.pdf Download (1MB) |
|
|
Text (BAB I)
051915153014_BAB I.pdf Download (622kB) |
|
|
Text (FULLTEXT)
051915153014_FULLTEXT.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
WHO telah menilai bahwa COVID-19 dapat dikategorikan sebagai pandemi dan merupakan pandemi pertama yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2. Badan POM telah menerbitkan izin penggunaan dalam kondisi darurat Favipiravir sebagai antivirus untuk pasien COVID-19 yang dirawat di rumah sakit. Salah satu efek samping yang paling umum dari Favipiravir yaitu peningkatan serum SGOT dan SGPT. Selain itu, terdapat faktor lainnya yang dapat menyebabkan hepatotoksik seperti penyakit COVID-19, jenis kelamin, usia, komorbiditas, serta obat dalam terapi COVID-19 yang berpotensi menyebabkan hepatotoksik. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh penggunaan Favipiravir terhadap peningkatan SGOT dan SGPT pada pasien COVID-19 serta faktor risiko yang dapat menyebabkan timbulnya efek samping tersebut. Penelitian merupakan penelitian observasional dengan pengambilan data secara retrospektif pada pasien COVID-19 yang mendapat terapi Favipiravir pada bulan Juni-Agustus tahun 2021 di RSUD Dr. Soetomo, Surabaya. Kriteria inklusi pada penelitian ini yaitu pasien usia lebih dari 18 tahun, mendapat terapi Favipiravir, serta memilki data pemeriksaan laboratorium SGOT dan SGPT sebelum dan sesudah penggunaan Favipiravir. Analisa statistika dilakukan dengan SPSS versi 26. Total sampel sebanyak 230 rekam medik yang memenuhi kriteria inklusi. Pada penelitian ini menunjukkan mayoritas pasien COVID-19 adalah laki-laki (52,6%), usia 50-59 tahun (37,8%), derajat sedang (91,7%), memiliki komorbiditas (50,4%), serta menggunakan obat potensial (83,5%). Uji Wilcoxon (p < 0,05), terdapat perbedaan signifikan nilai SGOT dan SGPT antara sebelum dan sesudah penggunaan Favipiravir. Pasien yang mengalami peningkatan diatas batas normal setelah penggunaan Favipiravir antara hari ke-7 dan ke-14 dimana pada SGOT terjadi pada 16,5% sedangkan pada SGPT terjadi pada 24,3%. Peningkatan ?3-5 kali lipat diatas batas normal pada SGOT (3,9%) dan pada SGPT (8,3%). Peningkatan SGPT >5 kali lipat diatas batas normal (5,2%). Faktor risiko jenis kelamin, usia, derajat gejala, komorbiditas, serta obat potensial hepatotoksik yang di uji pada penelitian ini tidak signifikan secara statistik terhadap peningkatan SGOT dan SGPT.
| Item Type: | Thesis (Thesis) | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKC KK T.FF.FK 02 - 23 Cha a | ||||||
| Uncontrolled Keywords: | Favipiravir, COVID-19, AST, ALT | ||||||
| Subjects: | R Medicine > RC Internal medicine > RC109-216 Infectious and parasitic diseases | ||||||
| Divisions: | 05. Fakultas Farmasi > S2 Farmasi Klinik | ||||||
| Creators: |
|
||||||
| Contributors: |
|
||||||
| Depositing User: | Sulistiorini | ||||||
| Date Deposited: | 26 May 2026 06:00 | ||||||
| Last Modified: | 26 May 2026 06:00 | ||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/141562 | ||||||
| Sosial Share: | |||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


