UJANG SYAHRUL MUBARROK / 091827077301, - (2022) Ekonomi Islam Sebagai Disiplin Ilmu: Pendekatan Admittance-Seeking Social Movement. Disertasi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text (HALAMAN I)
091827077301 HALAMAN I.pdf Download (479kB) |
|
|
Text (BAB I)
091827077301 BAB I.pdf Download (112kB) |
|
|
Text (FULL TEXT)
091827077301.pdf Restricted to Registered users only Download (5MB) | Request a copy |
Abstract
Perdebatan terkait status ilmu ekonomi Islam masih ada perbedaan pendapat. Satu pihak yang menginginkan ekonomi Islam berfungsi sebagai doktrin yang mengarahkan ke pencapaian tujuan hidup. Sementara pihak lain yang lebih mayoritas menghendaki ekonomi Islam sebagai disiplin ilmu. Usaha penelitian dalam rangka mendukung ekonomi Islam sebagai disiplin ilmu sangat banyak, namun masih didominasi argumentasi dengan menunjukkan kelengkapan bangunan keilmuan ekonomi Islam. Dengan kata lain, bukti yang ditunjukkan hanya dari sisi kemajuan struktur intelektualnya yang berupa kelengkapan bangunan ilmu seperti landasan filsafat dan metodologi. Hal itu belum cukup untuk mengatakan bahwa ekonomi Islam sebagai disiplin ilmu. Ekonomi Islam apabila ingin menjadi disiplin ilmu yang diakui bukan hanya alasan kemajuan intelektualnya, tetapi juga karena konteks dan usaha sosial politiknya. Perkembangan disiplin ilmu akan lebih cepat apabila anggota komunitas memiliki program kegiatan dalam rangka menyebarkan disiplin ilmu tersebut kepada komunitas ilmiah. Oleh sebab itu, komunitas ekonomi Islam perlu melakukan gerakan sosial menunjukkan legitimasi ekonomi Islam. Teori gerakan sosial merupakan teori yang berakar pada penelitian sosiologi. Hambrick dan Chen (2008) menyebutkan gerakan sosial sebagai usaha atau tindakan bersama yang memiliki tujuan sama demi memperbaiki tatanan. Hambrick dan Chen (2008) mengambil studi kasus gerakan komunitas ilmiah Harvard Business School dalam memperjuangkan manajemen strategi agar diterima di dunia akademis. Teori Hambrick dan Chen (2008) disebut admittance-seeking social movement (ASSM) yang menyebutkan bahwa disiplin ilmu baru dapat diakui melalui tiga faktor, yaitu pembedaan (differentiation), mobilisasi (mobilization), dan pembangunan legitimasi (legitimacy building). Penelitian ini dilaksanakan karena ada dua masalah yang menjadi sumbernya. Pertama, pengembangan dan argumentasi pembuktian ekonomi Islam sebagai disiplin ilmu selama ini hanya pada sisi kemajuan struktur intelektualnya, seperti landasan filosofis, definisi, topik kajian, dan metodologi pengembangan teori. Belum ada yang menunjukkan kemajuan sisi sosial dalam rangka mendapatkan legitimasi di dunia akademik maupun masyarakat umum. Kedua, perkembangan teori admittance-seeking social movement (ASSM) yang masih terbatas pada disiplin ilmu yang berdasarkan fakta dan logika, belum ada yang mengkaitkannya dengan disiplin ilmu yang juga mempunyai sumber pengetahuan dari wahyu Ilahi seperti ekonomi Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan ekonomi Islam sebagai disiplin ilmu dengan sudut pandang teori gerakan sosial. Penelitian ini menggunakan teori gerakan sosial Hambrick dan Chen (2008) untuk mengembangkan model proses perkembangan ekonomi Islam dan faktor apa yang mendorong proses perkembangannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menerapkan metode penelitian kepustakaan yang pengumpulan datanya menggunakan prosedur preferred reporting items for systematic reviews and meta-analyses (PRISMA) dan bola salju. Data yang terkumpul kemudian dianalisis konten dengan bantuan perangkat lunak NVivo 12, dan hasil analisis akan dilakukan pemeriksaan keabsahan dengan menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi analis. Penelitian ini menemukan bahwa gagasan awal ekonomi Islam dapat berubah menjadi disiplin ilmu karena beberapa faktor yaitu ekonomi Islam mampu membedakan (diferensiasi) dirinya dari disiplin ilmu yang sudah ada, memobilisasi sumber daya yang diperlukan, dan membangun legitimasi di mata lembaga akademis. Penelitian ini juga menemukan bahwa proses pengembangan ekonomi Islam baik dari sisi intelektual maupun sisi sosial dibatasi oleh ajaran Islam. Segala usaha yang dilakukan dalam rangka mendukung ilmu ekonomi Islam tidak boleh melanggar ajaran Islam. Implikasi akademis dari penelitian adalah mampu berperan dalam memperluas aplikasi teori gerakan sosial terutama admittance-seeking social movement theory dalam konteks pengembangan ilmu ekonomi Islam. Sementara implikasi manajerial penelitian ini adalah ekonomi Islam harus melakukan benchmarking dengan mengadopsi standar kriteria ilmiah disiplin ilmu yang sudah mapan, namun pada saat yang sama juga membedakan diri.
| Item Type: | Thesis (Disertasi) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKB KK-2 D.FEB.EI 02 - 23 Uja e | |||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Ekonomi Islam, Gerakan Sosial, Disiplin ilmu, Studi kepustakaan | |||||||||
| Subjects: | H Social Sciences > HB Economic Theory | |||||||||
| Divisions: | 04. Fakultas Ekonomi dan Bisnis > Ekonomi Syariah | |||||||||
| Creators: |
|
|||||||||
| Contributors: |
|
|||||||||
| Depositing User: | Dewi Puspita | |||||||||
| Date Deposited: | 26 May 2026 08:05 | |||||||||
| Last Modified: | 26 May 2026 08:05 | |||||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/141592 | |||||||||
| Sosial Share: | ||||||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


