AUDYLIA HARTONO / 011828116303, - (2022) Faktor Risiko Terjadinya Sindrom Lisis Tumor Pada Leukemia Limfoblastik Akut Anak. Masters thesis, Universitas Airlangga.
|
Text (BAB I)
011828116303 BAB I.pdf Download (146kB) |
|
|
Text (BAB I)
011828116303 HALAMAN I.pdf Download (441kB) |
|
|
Text (FULL TEXT)
011828116303.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Latar Belakang: Saat ini dengan kemajuan ilmu kedokteran, pasien dengan LLA memiliki prognosis yang baik, dan angka kegagalan terapi yang rendah. Namun, angka kematian dan morbiditas pasien dengan LLA di Indonesia masih lebih tinggi dibandingkan dengan di negara maju. Kegagalan terapi pada pasien LLA salah satunya disebabkan oleh timbulnya komplikasi yang berat dan mengancam nyawa, salah satunya sindrom lisis tumor. Keterlambatan klinisi dalam mengenali faktor risiko dan mendiagnosis sindrom lisis tumor dapat berakibat fatal. Oleh karena itu, masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui berbagai faktor risiko terjadinya sindrom lisis tumor yang dapat dicegah sedini mungkin agar tidak terjadi keterlambatan tatalaksana profilaksis untuk mencegah luaran buruk dalam tatalaksana sindrom lisis tumor. Metode: Penelitian ini merupakan studi case control retrospektif dari data rekam medik anak dengan leukemia limfoblastik akut. Protokol Leukemia Limfoblastik Akut 2018 yang mengalami sindrom lisis tumor (kasus) dan tidak mengalami sindrom lisis tumor (kontrol). Penelusuran dilakukan secara retrospektif terhadap faktor risiko pada kedua kelompok tersebut. Data yang terkumpul disajikan dalam bentuk data deskriptif dan dianalisis dengan analisis univariat dan multivariat dengan regresi logistik. Nilai p<0,05 dinyatakan signifikan yaitu variabel bebas merupakan faktor prediktif independen dari variabel terikat. Odd Ratio (OR) menyatakan besarnya pengaruh (kekuatan hubungan) variabel bebas dengan variabel terikat. Hasil: Terdapat total 97 pasien anak dengan leukemia limfoblastik akut yang memenuhi kriteria inklusi, sebanyak 81 data pasien yang dapat dianalisis, diantaranya 27 pasien mengalami sindrom lisis tumor dan 54 pasien tidak mengalami sindrom lisis tumor. Pada uji statistika, variabel infiltrasi organ (p 0.007, OR 6.15 (95%CI 1.64-22.96)), jumlah leukosit pada awal terdiagnosis (p 0.043, OR 11.84 (95%CI 1.08-129.59)), serta penurunan fungsi ginjal (p 0.005, OR 28.48 (95%CI 2.74-295.57)) secara signifikan menjadi faktor risiko terjadinya sindrom lisis tumor pada leukemia limfoblastik akut anak. Sedangkan jenis protokol kemoterapi yang dijalani pasien, adanya massa mediastinum, serta peningkatan kadar asam urat tidak signifikan sebagai faktor risiko terjadinya sindrom lisis tumor pada leukemia limfoblastik akut anak. Kesimpulan: infiltrasi organ, jumlah leukosit pada awal terdiagnosis, serta penurunan fungsi ginjal, secara signifikan menjadi faktor risiko terjadinya sindrom lisis tumor. Kata Kunci: sindrom lisis tumor, leukemia limfoblastik akut, kemoterapi induksi
| Item Type: | Thesis (Masters) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKA KK Sp.FK.KA 12 - 23 Aud f | |||||||||
| Uncontrolled Keywords: | sindrom lisis tumor, leukemia limfoblastik akut, kemoterapi induksi | |||||||||
| Subjects: | R Medicine > RC Internal medicine > RC0254 Neoplasms. Tumors. Oncology (including Cancer) | |||||||||
| Divisions: | 01. Fakultas Kedokteran > Ilmu Kesehatan Anak (Sub Spesialis) | |||||||||
| Creators: |
|
|||||||||
| Contributors: |
|
|||||||||
| Depositing User: | Dewi Puspita | |||||||||
| Date Deposited: | 28 May 2026 12:23 | |||||||||
| Last Modified: | 29 May 2026 02:38 | |||||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/141614 | |||||||||
| Sosial Share: | ||||||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


