Menjalani Hidup Sebagai Seorang Gay: Studi Fenomenologi tentang Identitas dan Stigma

IDLOFI MAHDI MUHAMMAD, - (2022) Menjalani Hidup Sebagai Seorang Gay: Studi Fenomenologi tentang Identitas dan Stigma. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (HAL JUDUL)
HAL JUDUL.pdf

Download (140kB)
[img] Text (BAB I)
BAB I.pdf

Download (157kB)
[img] Text (FULL TEXT)
full text.pdf
Restricted to Registered users only

Download (900kB) | Request a copy
Official URL: https://lib.unair.ac.id/wplib/

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk untuk menganalisis dan memahami tentang pengalaman individu menjadi seorang gay. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Metode penelitian ini menggunakan snowball sampling dengan memilih lima subjek gay dan diwawancari secara mendalam. Dengan menggunakan pendekatan fenomenologi, peneliti mampu menggambarkan makna dari pengalaman hidup yang dialami oleh beberapa individu mengenai identitas dan stigma yang dialami oleh kelompok gay melalui studi fenomenologi ini. Dari studi yang akan diteliti, penulis menggunakan beberapa teori sebagai penunjang dalam melakukan penelitian yakni Teori Cass Identity Model (Vivienne Cass) dan Teori Subaltern (Gayatri Spivak). Studi yang telah dilakukan bahwa hasilnya menunjukkan bahwa individu telah mengalami beberapa pengalaman untuk menjadi seorang gay. Faktor-faktor yang memengaruhi individu menjadi seorang gay seperti genetic, psikogenetik, dan sosiogenetik. Di mana hal ini dapat dikatakan timbul secara lahiriah maupun berdasarkan pengalaman sosial yang dialami oleh individu. Seperti pola asuh yang salah serta pelecehan seksual. Sosiogenetik sendiri memiliki definisi bahwa seorang gay akan berperilaku sesuai dengan lingkungan yang ditinggali. Pada fenomena tersebut ditemukan subjek yang mempunyai sisi feminis dalam dirinya sehingga menimbulkan banyak respon ofensif yang dilakukan oleh lingkungannya karena dianggap ‘tidak normal.’ Hal ini telah memengaruhi mindset individu untuk memvalidasi reaksi masyarakat di sekitarnya. Dan menjadi gay adalah salah satu bentuk validasi yang dilakukan oleh subjek.Untuk bertahan hidup dengan identitas seksual yang dibawa, individu telah mengalami berupa penolakan, keterasingan, dan tertindas sangat tidak dapat lepas dari kehidupan individu. sehingga untuk mencapai titik penerimaan diri individu perlu melakukan banyak usaha seperti membandingkan identitas, mencari peer group yang berorientasi sama, membuka secara transparan (coming out) ke keluarga maupun kerabat, sampai menjalin hubungan dengan sesama jenis. Hal ini dimaksudkan agar individu merasa dihargai dan diberi tempat yang nyaman terkait identitasnya sehingga seksualitas yang dibawanya akan tervalidasi.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 S.FISIP.S 16 - 23 Idl m
Uncontrolled Keywords: Gay; Identity; Stigma; Phenomenology
Subjects: H Social Sciences > HV Social pathology. Social and public welfare > HV1-9960 Social pathology. Social and public welfare. Criminology > HV697-4959 Protection, assistance and relief > HV697-3024 Special classes > HV1449 Gay men. Lesbians
Divisions: 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Sosiologi
Creators:
CreatorsNIM
IDLOFI MAHDI MUHAMMAD, -NIM071811433016
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorDANIEL THEODORE SPARRINGA, -NIDN-
Depositing User: Indah Fatma
Date Deposited: 02 Jun 2026 02:00
Last Modified: 02 Jun 2026 02:00
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/141731
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item