WINDA SARTIKA PURBA, - (2022) PENGARUH FAKTOR MODAL SOSIAL, EKONOMI, DAN SOSIO-DEMOGRAFI TERHADAP PERILAKU PEDULI LINGKUNGAN HIDUP DI INDONESIA TAHUN 2021. Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text (HAL JDUL)
HAL JUDUL.pdf Download (182kB) |
|
|
Text (BAB I)
BAB I.pdf Download (61kB) |
|
|
Text (FULL TEXT)
FULL TEXT.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Kualitas lingkungan hidup adalah barang publik, perilaku di tingkat individu akan memengaruhi kualitas lingkungan secara agregat. Perilaku peduli lingkungan hidup (PPLH) merupakan salah satu upaya individu untuk menyediakan barang publik. PPLH diukur menggunakan empat dimensi (penghematan energi, penggunaan kendaraan, pengurangan sampah, dan penghematan air), kemudian dibentuk menjadi suatu indeks komposit menggunakan metode Categorical Principal Component Analysis (CATPCA). Hasilnya menunjukkan rata-rata indeks adalah sebesar 65,88 dari 100 yang masih termasuk dalam kategori cukup peduli lingkungan hidup. Faktor modal sosial, ekonomi, dan sosio-demografi merupakan pendorong PPLH. Pengaruh ketiga foktor diukur menggunakan regresi logistik ordinal menunjukkan hasil, yaitu (1) faktor modal sosial merupakan faktor paling penting yang memengaruhi PPLH. Secara khusus, partisipasi sosial memberikan pengaruh paling besar diikuti rasa percaya kepada pemerintah, rasa percaya kepada tetangga dan toleransi; (2) faktor ekonomi menunjukkan bahwa peningkatan pendapatan menurunkan PPLH, hal ini dikarenakan 7 dari 10 perilaku lebih berkaitan dengan kebutuhan finansial seperti penghematan air (perilaku mencuci dan mematikan keran), penghematan energi listrik (mematikan lampu dan mematikan televisi), dan penghematan bahan bakar (sarana angkutan dan mengurangi penggunaan kendaraan); dan (3) faktor sosio-demografi memberikan hasil beragam, penduduk perempuan menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan hidup dibandingkan laki-laki, penduduk usia tua lebih menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan hidup, keberadaan pasangan (penduduk dengan status kawin) tidak mendorong PPLH. Secara umum peningkatan tingkat pendidikan tidak meningkatkan PPLH (hanya meningkatkan perilaku memilah sampah, membawa tas belanja, dan mematikan keran), penduduk perdesaan menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan hidup dibandingkan penduduk perkotaan, status bekerja dan lama tinggal tidak menjelaskan terkait keputusan seseorang untuk berperilaku peduli lingkungan hidup.
| Item Type: | Thesis (Thesis) | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKB KK-2 T.FEB 13 - 23 Win p | ||||||
| Uncontrolled Keywords: | pro-environmental behavior; social capital; CATPCA; ordinallogistic regression | ||||||
| Subjects: | H Social Sciences > HM Sociology > HM(1)-1281 Sociology > HM706 Social structure | ||||||
| Divisions: | 04. Fakultas Ekonomi dan Bisnis > Magister Ilmu Ekonomi | ||||||
| Creators: |
|
||||||
| Contributors: |
|
||||||
| Depositing User: | Indah Fatma | ||||||
| Date Deposited: | 02 Jun 2026 02:14 | ||||||
| Last Modified: | 02 Jun 2026 02:14 | ||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/141734 | ||||||
| Sosial Share: | |||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


