DISTRIBUSI DAN KARAKTERISTIK MIKROPLASTIK PERAIRAN DAN MANGROVE WONOREJO SURABAYA, JAWA TIMUR

Haniyah Salma Iswandi, - (2022) DISTRIBUSI DAN KARAKTERISTIK MIKROPLASTIK PERAIRAN DAN MANGROVE WONOREJO SURABAYA, JAWA TIMUR. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (HAL JUDUL)
HAL JUDUL.pdf

Download (467kB)
[img] Text (BAB I)
BAB I.pdf

Download (39kB)
[img] Text (FULL TEXT)
FULL TEXT.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: https://lib.unair.ac.id/wplib/

Abstract

"Pencemaran sampah plastik merupakan permasalahan yang paling dominan di berbagai belahan dunia, dimana berdasarkan data KLHK (Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan) sampah plastik di Indonesia mengalami peningkatan drastis dari tahun 2020 ke tahun 2021 sebanyak 1.111.337,03 ton (SIPSN, 2022). Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) KLHK melaporkan bahwa di Jawa Timur tercatat dari 24 kabupaten/kota sebanyak 16% dari total sampah merupakan sampah plastik. Sampah plastik yang terdegradasi dapat terakumulasi ke lingkungan, hal ini utamanya ekosistem mangrove yang merupakan sediment trapper sehingga memungkinkan adanya akumulasi berbagai bahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengobservasi kelimpahan sampah mikroplastik yang terakumulasi di perairan, sedimen, dan biota, sehingga dapat memberikan informasi tentang pencemaran lingkungan ekosistem Mangrove Wonorejo. Metodologi yang digunakan adalah pengambilan sampel, ekstraksi dan identifikasi. Data kualitas air diukur secara in situ di kawasan Mangrove Wonorejo berupa suhu, kecepatan arus, pH, DO dan salinitas. Sedangkan identifikasi kelimpahan dan karakteristik mikroplastik dilakukan secara ex situ di Laboratorium Fakultas Perikanan dan Kelautan. FTIR spectrostopy digunakan untuk mengetahui jenis polimer penyusun mikroplastik yang ditemukan. Analisis data menggunakan Kolmogorov-Smirnov Pearson Correlation Test untuk mengetahui korelasi antara kelimpahan mikroplastik dengan pH, DO, dan kecepatan arus. Hasil penelitian menunjukkan kelimpahan mikroplastik di sedimen (11 × 109 partikel/km2) 98% lebih tinggi dibandingkan dengan kelimpahan mikroplastik di perairan (46 × 106 partikel/ km2). Fiber adalah jenis mikroplastik yang paling dominan ditemukan pada sampel perairan yaitu sebesar 12 × 106 partikel/km2, sedangkan jenis fragmen paling dominan ditemukan pada sampel sedimen (55 ×108 partikel/km2) dan sampel biota (109 partikel/individu). Coklat muda adalah karakteristik warna yang paling banyak ditemukan pada sampel perairan (21 × 106 partikel/km2) dan sedimen (65 × 108 partikel/km2), sedangkan karakteristik warna yang paling banyak ditemukan pada sampel biota adalah hitam (36,2%). Kisaran ukuran mikroplastik yang ditemukan pada sampel perairan, sedimen, dan biota secara berturut-turut adalah 0,084 – 4,48; 0,11 – 4,283; dan 0,031 - 9,629 mm. Polimer hasil interpretasi uji FTIR pada sampel perairan dan sedimen adalah Polyvinyl alcohol (PVA), Polyester (PES), dan Polystyrene (PS), sedangkan polimer pada sampel biota adalah Polymethyl methacrylate (PMMA). "

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK S.FPK.A 27 - 23 Han d
Uncontrolled Keywords: Microplastics, Abundance, Characteristic
Subjects: S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling > SH1-691 Aquaculture. Fisheries. Angling > SH20.3-191 Aquaculture
Divisions: 14. Fakultas Perikanan dan Kelautan > Akuakultur
Creators:
CreatorsNIM
Haniyah Salma Iswandi, -NIM141811133049
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorDARUTI DINDA NINDARWI, -NIDN-
Depositing User: Indah Fatma
Date Deposited: 02 Jun 2026 04:45
Last Modified: 02 Jun 2026 04:45
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/141766
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item