DIMAS BAGUS RESPATI (2022) Perbandingan Aktivitas Fisik (IPAQ-SF) pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Laki-Laki Dengan dan Tanpa Komplikasi Neuropati Perifer Diabetik. Other thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text (HALAMAN JUDUL)
011628166307_HALAMAN JUDUL.pdf Download (753kB) |
|
|
Text (BAB I)
011628166307_BAB I.pdf Download (450kB) |
|
|
Text (FULLTEXT)
011628166307_FULLTEXT.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Latar Belakang: Kemajuan teknologi modern berdampak pada penurunan aktivitas fisik pada manusia, termasuk pada penderita Diabetes Mellitus (DM) tipe 2. Neuropati merupakan komplikasi akhir yang paling umum dari DM yang dapat mempengaruhi kecacatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis aktivitas fisik pasien diabetes mellitus tipe 2 laki-laki dengan dan tanpa neuropati perifer diabetik. Metode: Studi potong lintang dilakukan antara Oktober 2019 dan Desember 2019. Dua puluh enam pasien laki-laki (30-55 tahun) dengan diabetes tipe 2 dari Poliklinik Endokrin Penyakit Dalam RSUD dr. Soetomo, direkrut dan dibagi menjadi dua kelompok: neuropati dan non-neuropati. Tingkat aktivitas fisik yang dilaporkan sendiri dibandingkan antara mereka dengan dan tanpa neuropati perifer. Hasil: Orang dengan diabetes tipe 2 dan neuropati perifer (median [Mdn]=643,5; rentang interkuartil [IQR]= 643,5 hingga 8283 menit setara metabolik per minggu [MET-min/minggu]) kurang aktif secara fisik dibandingkan mereka tanpa neuropati perifer (Mdn=3399; IQR=1477,5 hingga 5607 MET-min/minggu) (p= 0,553). Sebanyak 46,2% penderita DM tipe 2 dan neuropati perifer melakukan aktivitas fisik intensitas berat, dibandingkan dengan 53,8% penderita DM tipe 2 saja yang melakukan aktivitas fisik intensitas sedang (p=0,687). Kesimpulan: Temuan ini menunjukkan kecenderungan bahwa orang dengan diabetes tipe 2 dan neuropati perifer dilaporkan kurang aktif dibandingkan orang dengan diabetes tipe 2 saja. Pengukuran beratnya neuropati perifer diabetik perlu dikaji dalam kaitannya dengan aktivitas fisik. Studi lebih lanjut menggunakan ukuran objektif aktivitas fisik diperlukan untuk mendukung hasil ini.
| Item Type: | Thesis (Other) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKA KK Sp.FK.IFR 11 - 23 Dim p | |||||||||
| Uncontrolled Keywords: | International Physical Activity Questionnaire (IPAQ), peripheral neuropathy, type 2 diabetes, Physical Activity. | |||||||||
| Subjects: | R Medicine > RC Internal medicine > RC31-1245 Internal medicine | |||||||||
| Divisions: | 01. Fakultas Kedokteran > Ilmu Kedokteran Fisik Dan Rehabilitasi (Spesialis) | |||||||||
| Creators: |
|
|||||||||
| Contributors: |
|
|||||||||
| Depositing User: | Sulistiorini | |||||||||
| Date Deposited: | 03 Jun 2026 01:12 | |||||||||
| Last Modified: | 03 Jun 2026 01:12 | |||||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/141802 | |||||||||
| Sosial Share: | ||||||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


