JATMIKO (2022) Perbedaan Jarak Lompatan Antara Kondisi Defisit Dorsofleksi Dan Non Defisit Dorsofleksi Pergelangan Kaki Atlet Dengan Riwayat Lateral Ankle Sprain. Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text (HALAMAN JUDUL)
012014553013_HALAMAN JUDUL.pdf Download (1MB) |
|
|
Text (BAB I)
012014553013_BAB I.pdf Download (392kB) |
|
|
Text (FULLTEXT)
012014553013_FULLTEXT.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Latar Belakang: Atlet pasca cedera lateral ankle sprain kronis dilaporkan mengalami beberapa gejala sisa, termasuk defisit gerak sendi dorsofleksi pergelangan kaki. Masih belum jelas apakah defisit dorsofleksi mempengaruhi performa lompatan Metode: Membandingkan kemampuan lompatan atlet dengan riwayat cedera lateral ankle sprain kronis, pada kondisi defisit dengan non-defisit dorsofleksi pergelangan kaki sisi cedera, hasil pemeriksaan weight bearing lunges test kedua tungkai. Perbandingan lompatan dengan pengukuran single leg hop for distance, dimana jarak maksimal lompatan yang dihasilkan dinormalisasi dengan membagi panjang tungkai sisi yang diukur lompatannya. Hasil: Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kondisi defisit dengan non defisit dorsofleksi antar kelompok dengan jenis jenis kelamin sama, laki – laki defisit dibandingkan non defisit (p = 0,932), perempuan defisit dibandingkan non defisit (p = 0,999). Perbandingan antara kelompok dengan jenis kelamin yang berbeda menunjukkan bahwa, perempuan defisit dan non defisit dorsofleksi hasil lompatannya signifikan lebih pendek dari pada laki – laki dengan defisit dorsofleksi (p = 0,041, dan p = 0,044), juga perempuan defisit dengan laki – laki non defisit (p = 0,039) akan tetapi perempuan non defisit dibandingkan laki – laki non defisit dorsofleksi tidak terdapat perbedaan yang signifikan (p = 0,054). Kesimpulan: Perbandingan antar jenis kelamin yang sama menunjukkan bahwa, defisit dorsofleksi tidak menimbulkan perubahan pada jarak lompatan. Atlet perempuan tampaknya lebih terpengaruh dengan kondisi defisit dorsofleksi daripada atlet laki – laki. Selama proses pemulihan pasca cedera kemungkinan terdapat perbedaan adaptasi biomekanik antar jenis kelamin pada kondisi defisit dorsofleksi pergelangan kaki.
| Item Type: | Thesis (Thesis) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKA KK T.FK.KO 02 - 23 Jat p | ||||||||||||
| Uncontrolled Keywords: | ankle-dorsiflexion deficit; gender difference; chronic sprain; hopping performance; comparative analysis | ||||||||||||
| Subjects: | R Medicine > RC Internal medicine > RC1200 Sports Medicine | ||||||||||||
| Divisions: | 01. Fakultas Kedokteran > Magister Ilmu Kesehatan Olahraga | ||||||||||||
| Creators: |
|
||||||||||||
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Depositing User: | Sulistiorini | ||||||||||||
| Date Deposited: | 03 Jun 2026 01:31 | ||||||||||||
| Last Modified: | 03 Jun 2026 01:31 | ||||||||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/141804 | ||||||||||||
| Sosial Share: | |||||||||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


