YULIZA, - (2022) Pengaruh Pemberian Ekstrak Curcuma Longa Terhadap Kadar IL-10 Dan Konversi Sputum Pada Pasien TB-RO Yang Mendapatkan Pengobatan Jangka Pendek. Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text (HAL JUDUL)
011718096305-HAL JUDUL.pdf Download (302kB) |
|
|
Text (BAB 1)
011718096305-BAB 1.pdf Download (48kB) |
|
|
Text (FULLTEXT)
011718096305.pdf Restricted to Registered users only Download (3MB) | Request a copy |
Abstract
Latar Belakang Tuberkulosis resisten obat (TB-RO) merupakan masalah kesehatan utama di dunia. WHO melaporkan 9,9 kasus TB baru secara global pada tahun 2021. Indonesia menempati peringkat kelima dengan kejadian (TB-RO) terbanyak di dunia. Pedoman pengobatan TB-RO saat ini masih memberikan hasil yang kurang memuaskan. Panduan Pengobatan jangka pendek memiliki banyak efek samping yang berkontribusi pada tingginya angka pasien mangkir dan hasil pengobatan yang buruk. Pemeriksaan bakteriologis merupakan evaluasi kemajuan pengobatan yang paling tepat, dimana konversi sputum dalam waktu dua bulan merupakan prediktor keberhasilan pengobatan. Curcuma longa dengan kandungan aktif curcumin, merupakan imunomodulator yang poten yang telah diteliti sebagai terapi adjuvan pada TB. Curcuma longa diyakini dapat mengubah kadar IL-10 yang berkontribusi terhadap progresifitas penyakit TB. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas Curcuma longa sebagai imunomodulator pada pengobatan TB-RO. Metode Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan pre-post group design yang dilakukan di RSUD Dr. Soetomo dari bulan November 2021 sampai Januari 2022. Subjek penelitian adalah pasien TB-RO yang mendapat obat anti-tuberkulosis panduan jangka pendek, yang dibagi menjadi kelompok kontrol dan kelompok perlakuan. Kadar IL-10 dianalisis menggunakan uji t berpasangan, konversi sputum dianalisis menggunakan uji McNemar. Hasil Terdapat 18 orang subjek penelitian yang berhasil direkrut (9 untuk setiap kelompok). Kadar IL-10 didapatkan menurun pada kelompok perlakuan (0,26 ± 0,17) yang berkorelasi dengan pemberian ekstrak Curcuma longa (p < 0,05). Analisis statistik menunjukkan tidak ada hubungan antara konversi sputum dengan pemberian ekstrak Curcuma longa (p > 0,05). Kesimpulan Pemberian ekstrak Curcuma longa dapat mempengaruhi perubahan kadar IL-10 namun tidak berpengaruh pada konversi sputum pasien TB-RO.
| Item Type: | Thesis (Thesis) | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKA KK Sp.FK.PKR 01 - 23 Yul p | ||||||
| Uncontrolled Keywords: | Curcuma longa, curcumin, IL-10, TB-RO | ||||||
| Subjects: | R Medicine > RA Public aspects of medicine | ||||||
| Divisions: | 01. Fakultas Kedokteran > Ilmu Penyakit Paru | ||||||
| Creators: |
|
||||||
| Contributors: |
|
||||||
| Depositing User: | prasetyo adi nugroho | ||||||
| Date Deposited: | 03 Jun 2026 03:15 | ||||||
| Last Modified: | 03 Jun 2026 03:15 | ||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/141824 | ||||||
| Sosial Share: | |||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


