Wardatul Qoryah Al-Madinah, - (2022) Eksplorasi Potensi Daya Antibakteri Lendir Kulit Belut Sawah (Monopterus Albus) Terhadap Bakteri Aeromonas Hydrophila, Escherichia Coli, Dan Staphylococcus Aureus. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA,.
|
Text (HALAMAN JUDUL)
061811535015_HALAMAN JUDUL.pdf Download (347kB) |
|
|
Text (BAB I)
061811535015_BAB I.pdf Download (44kB) |
|
|
Text (FULLTEXT)
061811535015_FULLTEXT.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian yang dilakukan berjudul Eksplorasi Potensi Daya Antibakteri Lendir Kulit Belut Sawah (Monopterus albus) terhadap Bakteri Aeromonas Hydrophila, Escherichia Coli, dan Staphylococcus Aureus, dibawah bimbingan Dr. Wiwiek Tyasningsih, drh., M.Kes. sebagai pembimbing utama dan Ratih Novita Praja, drh., M.Si. sebagai pembimbing serta. Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mengeksplorasi adanya potensi daya antibakteri lendir kulit belut sawah (Monopterus albus) terhadap bakteri Aeromonas hydrophila, Escherichia coli, dan Staphylococcus aureus melalui uji difusi cakram disc untuk dilihat zona hambat yang terbentuk. Peningkatan kasus resistensi terhadap antibiotik yang umum digunakan di budidaya perikanan menjadi hal yang melatarbelakangi peneliti untuk mencari agen antibakteri baru. Belut sawah yang digunakan sebanyak 5 ekor untuk 5 ulangan berdasarkan rumus Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan yang digunakan dalam penelitian yang dilakukan K+ (Paper disc antibiotic Chloramphenicol), Perlakuan 1 (P1) adalah paper disc yang mengandung lendir kulit belut sawah kemudian ditantang bakteri Aeromonas hydrophila, Perlakuan 2 (P2) adalah paper disc yang mengandung lendir kulit belut sawah kemudian ditantang bakteri Escherichia coli, Perlakuan 3 (P3) adalah paper disc yang mengandung lendir kulit belut sawah kemudian ditantang bakteri Staphylococcus aureus. Belut sawah secara alami memproduksi lendir kulit yang berfungsi sebagai sistem kekebalan tubuh dalam memerangi bakteri patogen sejak kontak pertama serta berdasarkan penelitian sebelumnya diduga memiliki sifat antimikroba. Bakteri yang digunakan di isolasi dan identifikasi dari air kolam budidaya belut milik pak Sabwan di Kecamatan Licin Kabupaten Banyuwangi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa air kolam belut sawah yang di isolasi dan identifikasi positif terdapat bakteri Aeromonas hydrophila, Escherichia coli, dan Staphylococcus aureus. Lendir kulit belut sawah memiliki potensi daya antibakteri terhadap ketiga bakteri tersebut dengan diameter zona hambat yang berbeda-beda yakni, bakteri Aeromonas hydrophila dengan rata-rata diameter zona hambat sebesar 10,52mm (kategori sedang), bakteri Escherichia coli sebesar 9,66mm (kategori lemah) dan bakteri Staphylococcus aureus sebesar 10,78mm (kategori sedang). Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan perlu adanya penelitian lanjutan dari lendir kulit belut sawah (Monopterus albus) untuk mengetahui sifat bakteriostatik atau bakterisid dengan uji konsentrasi hambat minimum (KHM) serta konsentrasi bunuh minimum (KBM) dan melakukan eksplorasi kandungan senyawa-senyawa kimia yang terkandung pada lendir kulit belut sawah.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KK KKC S.FKH. 121-22 War e | |||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Aeromonas hydrophila, Antibacterial, Eel skin mucus, Escherichia coli, Staphylococcus aureus | |||||||||
| Subjects: | S Agriculture > SF Animal culture > SF600-1100 Veterinary medicine > SF780.2-780.7 Veterinary microbiology, bacteriology, virology, mycology | |||||||||
| Divisions: | 06. Fakultas Kedokteran Hewan | |||||||||
| Creators: |
|
|||||||||
| Contributors: |
|
|||||||||
| Depositing User: | sugiati | |||||||||
| Date Deposited: | 03 Jun 2026 03:38 | |||||||||
| Last Modified: | 03 Jun 2026 03:38 | |||||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/141834 | |||||||||
| Sosial Share: | ||||||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


