ABRAHAM SURJANTORO (2022) Perbandingan Efektivitas Pemberian Sekali dan Berulang Tretinoin Topikal 0,05% Terhadap Penyembuhan Luka Akut Full Thickness. Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text (HALAMAN JUDUL)
011528246305_HALAMAN JUDUL.pdf Download (326kB) |
|
|
Text (BAB I)
011528246305_BAB I.pdf Download (441kB) |
|
|
Text (FULLTEXT)
011528246305_FULLTEXT.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Latar Belakang: Luka adalah terputusnya suatu jaringan tubuh karena berbagai sebab. Setiap luka dengan tingkat keparahan apa pun dapat mengakibatkan masalah yang berkaitan dengan proses penyembuhannya, seperti pembentukan jaringan parut. Berdasarkan lama proses penyembuhannya, luka dibedakan menjadi 2 yaitu luka akut yang membutuhkan waktu penyembuhan sekitar 3-4 minggu dan luka kronis yang membutuhkan waktu 4-6 minggu yang diakibatkan oleh penyembuhan luka akut yang tidak tepat. Penggunaan tretinoin dalam penyembuhan luka kontroversial sejak lebih dari 40 tahun yang lalu. Tretinoin topikal memiliki efek keratolitik yang merangsang fibroplasia dan epitelisasi pada luka full-thickness. Di sisi lain, pemberian tunggal bersama dengan tretinoin topikal kontak lama memiliki efek iritasi yang dapat menunda proses penyembuhan karena peradangan terus menerus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemberian tunggal dibandingkan dengan pemberian berulang tretinoin topikal dalam penyembuhan luka akut full-thickness pada tikus di Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga, Surabaya. Metode: Penelitian eksperimental ini melibatkan 27 ekor tikus jantan yang dibagi secara acak menjadi 3 kelompok: kontrol (A), pemberian tunggal (B), dan pemberian berulang (C). Luka full-thickness ukuran diameter 20 mm dibuat pada kulit masing-masing tikus. Pada kelompok A, luka ditutup dengan tulle dan dressing transparan. Pada kelompok B, luka diobati dengan lidokain 2% dan larutan tretinoin 0,05% dalam satu kali pemberian, sedangkan pada kelompok C diberikan perlakuan yang sama berulang kali selama 4 hari berturut-turut. Evaluasi dilakukan secara mikroskopis pada hari ke-5 sesuai fase epitelisasi pada penyembuhan luka dengan pewarnaan hematoksilin dan eosin (H&E). Hasil: Hasil dari penghitungan jumlah sel fibroblast, didapatkan hasil yang signifikan pada Kelompok perlakuan C dengan rata-rata jumlah sel fibroblast yang lebih banyak dibandingkan dengan Kelompok perlakuan A dan B. Jumlah rata-rata sel fibroblast pada kelompok perlakuan B tiga kali jumlah sel fibroblast pada kelompok perlakuan A, sedangkan jumlah rata-rata sel fibroblast pada kelompok perlakuan C tiga kali jumlah sel fibroblast pada kelompok perlakuan B. Secara statistik, pemberian Tretinoin topikal solutio 0,05% pada luka full-thickness secara berulang (Kelompok C) memberikan hasil pengujian yang bermakna dan terbukti meingkatkan jumlah sel-sel fibroblast pada fase proliferasi. Kesimpulan: Pemberian Tretinoin topikal solutio 0,05% secara berulang memberikan hasil peningkatan fibroplasia lebih tinggi dibandingkan dengan pemberian sekali pada penyembuhan luka akut full thickness, namun tidak memberikan hasil epitelisasi di hari ke-5.
| Item Type: | Thesis (Thesis) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKA KK Sp.FK.BPRE 01 - 23 Abr p | |||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Tretinoin, Retinoic acid, Fibroblast Growth Factor, Epithelialization | |||||||||
| Subjects: | R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1-1270 Public aspects of medicine > RA421-790.95 Public health. Hygiene. Preventive medicine | |||||||||
| Creators: |
|
|||||||||
| Contributors: |
|
|||||||||
| Depositing User: | Sulistiorini | |||||||||
| Date Deposited: | 03 Jun 2026 04:23 | |||||||||
| Last Modified: | 03 Jun 2026 04:25 | |||||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/141849 | |||||||||
| Sosial Share: | ||||||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


