Profil Klinis dan Tata Laksana Parut Hipertrofik di RSUD Dr. Soetomo Surabaya Periode 2019 - 2020

Adra Rhmanisa Prdanakusuma, - (2022) Profil Klinis dan Tata Laksana Parut Hipertrofik di RSUD Dr. Soetomo Surabaya Periode 2019 - 2020. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (HALAMAN I)
011911133275 HALAMAN I.pdf

Download (42kB)
[img] Text (BAB I)
011911133275 BAB I.pdf

Download (306kB)
[img] Text (FULL TEXT)
011911133275.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://www.lib.unair.ac.id

Abstract

Latar Belakang: Permasalahan luka merupakan masalah yang sering terjadi dan tidak sesederhana seperti yang dikira. Parut hipertrofik maupun keloid adalah bekas luka patologis akibat respon abnormal terhadap trauma. Saat ini data profil klinis dan tata laksana parut hipertrofik di Indonesia masih terbatas. Penelliti melakukan penelitian deskriptif dengan mengkaji beberapa variabel yang berhubungan dengan kejadian parut hipertrofik. Metode: Penelitian ini adalah penelitian deskriptif retrospektif, dengan menggunakan data sekunder berupa rekam medis pasien parut hipertrofik di RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah umur, jenis kelamin, pekerjaan, penyebab, lokasi, ukuran parut hipertrofik, dan terapi yang digunakan. Hasil: Jumlah pasien yang mengalami parut hipertrofik di RSUD Dr. Soetomo Surabaya periode 2019 – 2020 sebanyak 68 orang dengan komposisi 11 orang dari Instalasi Rawat Inap dan 57 orang berasal dari Instalasi Rawat Jalan. Rentang usia terbanyak adalah 17 – 25 tahun yang merupakan usia produktif. Didominasi oleh pasien perempuan (50% dan 50,9%). Sebesar 12,5% dan 43% adalah pelajar/mahasiswa. Didapatkan 37,5% dan 25% diakibatkan karena luka bakar. Parut hipertrofik ditemukan paling banyak pada bagian wajah (25% dan 13%) dan ekstremitas superior (25% dan 18%). Ukuran parut palling banyak yaitu 1 – 5 cm2 (25%). Dan terapi yang paling banyak digunakan untuk parut hipertrofik ialah teknik pembedahan (80% dan 48%). Kesimpulan: Parut hipertrofik paling banyak terjadi pada usia 17 – 25 tahun, perempuan, pelajar, sebagian besar disebabkan oleh luka bakar, umumnya terletak pada bagian wajah dan ekstremitas superior, terjadi pada bekas luka ukuran 1 – 5 cm2 , terapi yang banyak digunakan adalah teknik pembedahan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKA KK S.FK.D 76 - 23 Adr p
Uncontrolled Keywords: Parut hipertrofik, Tata laksana, RSUD Dr. Soetomo
Subjects: R Medicine > RC Internal medicine > RC31-1245 Internal medicine
Divisions: 01. Fakultas Kedokteran > S1 Kedokteran
Creators:
CreatorsNIM
Adra Rhmanisa Prdanakusuma, -NIM011911133275
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorISWINARNO DOSO SAPUTRO, -NIP196304151990031016
Thesis advisorEVY ERVIANTI, -NIP196507191991032008
Depositing User: Dewi Puspita
Date Deposited: 04 Jun 2026 02:41
Last Modified: 04 Jun 2026 02:41
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/141910
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item