Penentuan Jenis Kelamin Berdasarkan Metode Khaitan Menggunakan Radiografi Sefalometri Lateral Pada Populasi Surabaya

Salma Andita A. (2022) Penentuan Jenis Kelamin Berdasarkan Metode Khaitan Menggunakan Radiografi Sefalometri Lateral Pada Populasi Surabaya. Skripsi thesis, Universitas Airlangga.

[img] Text (HALAMAN JUDUL)
021911133187_HALAMAN JUDUL.pdf

Download (5MB)
[img] Text (BAB I)
021911133187_BAB I.pdf

Download (136kB)
[img] Text (FULLTEXT)
021911133187_FULLTEXT.pdf
Restricted to Registered users only

Download (11MB) | Request a copy
Official URL: https://lib.unair.ac.id/

Abstract

Latar Belakang: Identifikasi jenis kelamin merupakan hal yang penting dalam melakukan proses identifikasi. Identifikasi dapat dilihat dari beberapa parameter yaitu kranium, pelvis dan tulang panjang. Salah satu bagian yang dapat digunakan untuk identifikasi jenis kelamin yaitu sinus maksilaris. Perhitungan sinus maksilaris dapat dihitung menggunakan metode Khaitan (2017) dengan perhitungan nilai D (11.508-8.871 x Indeks Sinus Maksilaris (ISM)). Pengukuran dapat dilakukan menggunakan radiografi sefalometri lateral karena memiliki penilaian yang baik terhadap sinus paranasal. Tujuan: Mengetahui penentuan jenis kelamin berdasarkan metode Khaitan menggunakan radiografi sefalometri lateral pada populasi Surabaya. Bahan dan Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan studi observasional analitik. Foto radiografi sefalometri digital dilakukan perhitungan lebar dan tinggi sinus maksilaris, nilai ISM, serta nilai D. Hasil: Rata – rata nilai tinggi dan lebar sinus maksilaris tertinggi pada laki – laki dan perempuan didapatkan pada usia 35 – 39 tahun dengan dengan rata-rata tinggi sinus maksilaris 39.761 mm ? 0.14, rata-rata lebar sinus maksilaris 43.291 mm ? 1.68 dan nilai ISM 1.088 mm ? 1.09. Nilai ISM laki-laki (1.20 mm ? 0.14) lebih besar dibandingkan dengan perempuan (1.134 mm ? 0.10). Terdapat perbedaan nilai D laki – laki dan perempuan dengan nilai presentase keberhasilan perempuan 86% dan laki – laki 27.7% Simpulan: Rumus perhitungan Khaitan (2017) tidak dapat digunakan pada populasi di Surabaya. Terdapat perbedaan yang signifikan terhadap nilai D dengan nilai D laki-laki menunjukkan hasil D negatif dan perempuan menunjukan nilai D positif. Rata-rata nilai lebar dan tinggi sinus maksilaris laki-laki lebih besar dibandingkan dengan perempuan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKA KK S.FKG 55 - 23 SAL p
Uncontrolled Keywords: Sex Identification, Maxillary sinus, MSI, Khaitan method
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1-1270 Public aspects of medicine > RA1001-1171 Forensic medicine. Medical jurisprudence. Legal medicine
R Medicine > RK Dentistry > RK641-667 Prosthetic dentistry. Prosthodontics
Divisions: 02. Fakultas Kedokteran Gigi > S1 Kedokteran Gigi
Creators:
CreatorsNIM
Salma Andita A.NIM021911133187
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorArofi KurniawanNIDN0004088703
Thesis advisorAn'nisa ChusidaUNSPECIFIED
Depositing User: Ika Rudianto
Date Deposited: 04 Jun 2026 04:15
Last Modified: 04 Jun 2026 04:15
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/141933
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item