YUDHA JULI SAPUTRA, - (2022) Potensi Pemanfaatan Karbon Nanodots Termodifikasi Boron Sebagai Kandidat Marker Deteksi Antibodi Coronavirus Disease (Covid-19). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text (HAL JUDUL)
HAL JUDUL.pdf Download (3MB) |
|
|
Text (BAB I)
BAB I.pdf Download (44kB) |
|
|
Text (FULL TEXT)
FULL TEXT.pdf Restricted to Registered users only Download (3MB) | Request a copy |
Abstract
Pada bulan Desember tahun 2019, Kasus pertama Coronavirus Disease (Covid-19) pada manusia terdeteksi pada Kota Wuhan, RRT. Covid-19 adalah penyakit ketiga yang disebabkan oleh SARS-CoV-2, yang tersebar lebih cepat dan lebih luas dibandingkan dengan SARS dan MERS. Kemungkinan kematian dan gejala yang sangat parah dapat dikurangi jika adanya diagnosis pada tahap awal perkembangan penyakit. Salah satu metode pencegahan yang cukup efektif untuk mengetahui jika seseorang terinfeksi Covid-19 adalah tes Real Time-Polymerase Chain Reaction (RT-PCR). Tes ini mempunyai sensitivitas sebesar 86%. Namun, jika ada keraguan untuk diagnosa yang lebih mendalam, akan diperlukan sampel kedua. Penelitian ini akan memanfaatkan karakteristik unik dari Carbon Nanodots (CDs) untuk membuat sebuah marker sebagai deteksi antibodi Covid-19. CDs mempunyai biokompatibilitas yang baik, toksisitas yang rendah, dan mempunyai solubilitas yang bagus. Pada penelitian ini, asam boronit digunakan sebagai pengarah CDs ke virus SARS-CoV-2, karena asam boronit menunjukkan aktivitas yang bagus sebagai anti-HIV seperti penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Fahmi dkk. Dimana asam boronit secara selektif bereaksi dengan gugus 1,2- atau 1,3-cis diol untuk membentuk kompleks boronit diester seperti pada agen pengikat gp120 yang ada di Human Immunodeficiency Virus (HIV). Pengikat gp120 tersebut, juga terdapat pada SARS-CoV-2. Pada penelitian ini, CDs disintesis menggunakan bahan dasar asam sitrat dan APBA (Asam 2-aminofenilboronit). Asam sitrat sebagai sumber carbon, memiliki gugus karboksil untuk memfasilitasi reaksi dehidrasi dan karbonisasi. APBA digunakan sebagai sumber karbon dan nitrogen, karena APBA memiliki gugus amina dan karboksil pada strukturnya. Uji Marker CDs pada antibodi Covid-19 dilakukan dengan mengukur absorbansi dan tingkat fluorosensi pencampuran APBA-CDs selektif dengan antibodi Covid-19 dengan plasma darah pasien terkonfirmasi Covid-19. Dari hasil penelitian ini, APBA-CDs mempunyai kemampuan untuk mendeteksi antibodi Covid-19 khususnya antibodi IgG. Hal ini ditunjukkan dengan adanya peningkatan tingkat absorbansi dan tingkat fluorosensi yang signifikan, dibandingkan dengan antibodi yang lain (IgM). Namun, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk menggunakan APBA-CDs langsung terhadap antigen atau RNA dari virus SARS-CoV-2 itu sendiri.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKC KK S.FST.K 38 - 23 Yud p | ||||||
| Uncontrolled Keywords: | Carbon Nanodots, Boronic acid, Citric acid, marker, Covid-19 | ||||||
| Subjects: | Q Science > QD Chemistry | ||||||
| Divisions: | 08. Fakultas Sains dan Teknologi > Kimia | ||||||
| Creators: |
|
||||||
| Contributors: |
|
||||||
| Depositing User: | Indah Fatma | ||||||
| Date Deposited: | 05 Jun 2026 01:30 | ||||||
| Last Modified: | 05 Jun 2026 01:30 | ||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/142001 | ||||||
| Sosial Share: | |||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


