Hana Syafa’ Kamilah, - (2022) Respon Kardiovaskular Pasca Injeksi Anestesi Lokal Dengan Vasokonstriktor Adrenalin Pada Penderita Penyakit Jantung : Narrative Review. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text (HALAMAN JUDUL)
021811133139_HALAMAN JUDUL.pdf Download (480kB) |
|
|
Text (BAB I)
021811133139_BAB I.pdf Download (24kB) |
|
|
Text (FULLTEXT)
021811133139_FULLTEXT.pdf Restricted to Registered users only Download (964kB) | Request a copy |
Abstract
Latar belakang: Adrenalin merupakan agen yang mampu menyempitkan pembuluh darah dan mengontrol perfusi jaringan sehingga dapat meningkatkan durasi blok saraf pada jaringan yang akan di anestesi. Efek samping adrenalin pada sistem kardiovaskuler adalah meningkatkan efisiensi dan kontraktilitas jantung, sehingga memicu terjadinya palpitasi, takikardi, aritmia, kecemasan, sakit kepala, tremor, dan hipertensi. Sehingga penggunaan vasokonstriktor khususnya adrenalin ini masih menjadi kontroversi pada pasien dengan penyakit jantung. Tujuan: Untuk mengevaluasi respon jantung langsung terhadap adrenalin pada anestesi lokal terhadap pasien dengan penyakit jantung koroner, angina pektoris, infark miokard, gagal jantung kongestif, aritmia, dan gangguan katup jantung. Metode: Strategi dengan mengkaji persamaan dan perbedaan pendapat dari beberapa literatur dengan kata kunci kata kunci yang sama, kemudian ditarik kesimpulan menjadi suatu rangkaian yang berkesinambungan. Hasil: Respon kardiovaskular terhadap pemberian adrenalin dosis rendah pada pasien gangguan kardiovaskular menggunakan pemeriksaan fisiologi jantung menunjukkan efektifitas dan tidak menimbulkan gejala klinis yang membahayakan pasien. Kesimpulan: Adrenalin 1:100.000 pada penderita jantung koroner dan gagal jantung kongestif menyebabkan aritmia dan perubahan ST-segment. Pada penderita gagal jantung kategori I – III klasifikasi NYHA dengan jumlah epinfrin 0,04 mg (sekitar 2 cartridge yang mengandung epinefrine 1:100.000) satu kali pemakaian cukup aman. Gangguan katup jantung dengan dosis epinefrin 1:100.000 terbukti aman dan tidak menunjukkan perubahan ejection fraction pasca tindakan. Adrenalin pada penderita aritmia jantung telah terbukti menyebabkan depresi segmen ST, tetapi tidak cukup signifikan untuk menyebabkan risiko iskemik miokardium.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKA KK. S. FKG. 122/22 Han r | |||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Anestesi lokal, adrenalin, penyakit jantung koroner, gagal jantung, kelainan katup jantung dan aritmia. | |||||||||
| Subjects: | R Medicine > RC Internal medicine > RC666-701 Diseases of the circulatory (Cardiovascular) system | |||||||||
| Divisions: | 02. Fakultas Kedokteran Gigi > S1 Kedokteran Gigi | |||||||||
| Creators: |
|
|||||||||
| Contributors: |
|
|||||||||
| Depositing User: | sugiati | |||||||||
| Date Deposited: | 05 Jun 2026 01:42 | |||||||||
| Last Modified: | 05 Jun 2026 01:42 | |||||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/142004 | |||||||||
| Sosial Share: | ||||||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


