PUTRI NURAINI, - (2022) Pemodelan Status Gizi Balita Menurut Tinggi Badan Per Umur Dengan Pendekatan Regresi Logistik Ordinal Berdasarkan Estimator Spline : (Studi Kasus di Kabupaten Probolinggo). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text (HAL JUDUL)
081711833021-HAL JUDUL.pdf Download (461kB) |
|
|
Text (BAB 1)
081711833021-BAB 1.pdf Download (43kB) |
|
|
Text (FULLTEXT)
081711833021.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Stunting merupakan status gizi berdasarkan indeks tinggi badan menurut usia atau suatu kondisi dimana terdapat gangguan pertumbuhan pada anak berupa tinggi badan anak lebih rendah atau pendek dari standar untuk usianya. Hasil riset kesehatan dasar tahun 2018 menunjukkan bahwa prevalensi stunting di Indonesia pada kategori sangat pendek sebesar 11.5% dan pendek sebesar 19.3% dari seluruh balita. Kabupaten Probolinggo menjadi salah satu wilayah dengan persentase stunting tertinggi di Jawa Timur. Beberapa faktor yang diduga memengaruhi terjadinya stunting pada balita diantaranya panjang badan lahir, berat badan lahir, tinggi badan ibu, usia ibu, pengetahuan ibu mengenai gizi, serta jumlah anggota keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk memodelkan dan mengestimasi status gizi balita berdasarkan tinggi badan per umur (TB/U) di Kabupaten Probolinggo. Analisis data dilakukan menggunakan regresi logistik ordinal nonparametrik berdasarkan estimator least square spline. Estimator spline digunakan karena dapat menyelesaikan masalah pola data yang menunjukkan naik atau turun secara tajam dengan bantuan titik knot, serta kurva yang dihasilkan relatif mulus. Model yang diperoleh telah sesuai dan dibuktikan dengan uji deviance dengan nilai signifikansi 5% pada data primer yang diperoleh dari survey di posyandu Puskesmas Glagah, Probolinggo sebanyak 60 data yang diambil dengan teknik purposive sampling pada September 2021. Selain itu, model juga konsisten yang dibuktikan dengan nilai Press’s Q dengan nilai signifikansi 5% pada seluruh pengujian data. Berdasarkan hasil analisis diperoleh nilai akurasi secara keseluruhan dengan pendekatan nonparametrik sebesar 85%, serta nilai sensitivitas sangat pendek dan pendek sebesar 85,3% dan nilai spesifisitas normal sebesar 84,6% yang kemudian dibandingkan dengan nilai parametriknya. Hasil ini menunjukkan bahwa pemodelan status gizi balita berdasarkan tinggi badan per umur di Puskesmas Glagah Kabupaten Probolinggo dengan pendekatan regresi logistik ordinal nonparametrik berdasarkan estimator spline lebih baik dibandingkan dengan pendekatan regresi logistik ordinal parametrik. Dari seluruh faktor yang diduga memengaruhi terjadinya stunting, jumlah anggota keluarga menjadi faktor yang paling berpengaruh dalam menurunkan risiko stunting.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKC KK S.FST.S 13 - 23 Put p | |||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Status Gizi Balita, Stunting, Regresi Logistik Ordinal, Regresi Nonparametrik, Estimator Spline | |||||||||
| Subjects: | Q Science > QA Mathematics > QA1-939 Mathematics | |||||||||
| Creators: |
|
|||||||||
| Contributors: |
|
|||||||||
| Depositing User: | prasetyo adi nugroho | |||||||||
| Date Deposited: | 05 Jun 2026 03:42 | |||||||||
| Last Modified: | 05 Jun 2026 03:42 | |||||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/142042 | |||||||||
| Sosial Share: | ||||||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


