Relevansi Informasi Keperilakuan, Kompleksitas Informasi dan Overconfidence Perspektif Selectivity Model: Sebua Pengujian Eksperimen

I Wayan Kartana, - (2022) Relevansi Informasi Keperilakuan, Kompleksitas Informasi dan Overconfidence Perspektif Selectivity Model: Sebua Pengujian Eksperimen. Disertasi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (HALAMAN I)
041517147310 HALAMAN I.pdf

Download (226kB)
[img] Text (BAB I)
041517147310 BAB I.pdf

Download (77kB)
[img] Text (FULL TEXT)
041517147310.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://www.lib.unair.ac.id

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh bukti empiris tentang pengaruh utama dan pengaruh interaksi hubungan kausalitas antara relevansi informasi keperilakuan, kompleksitas informasi, dan gender psikologis sosial terhadap overconfidenc. Selain itu, penelitian ini juga ingin membuktikan selectivity model, apakah benar investor maskulin dan feminin memproses informasi secara berbeda dan memberikan jawaban atas pertanyaan yang selama ini belum terjawab, yaitu mengapa investor maskulin lebih overconfidence dibandingkan investor feminin? Penelitian ini menggunakan desain eksperimen between faktorial 2x2x2 dengan melibatkan 345 mahasiswa Jurusan Manajemen FEB Universitas Warmadewa sebagai partisipan. Berdasarkan uji three ways ANOVA dan post hoc ditemukan bahwa relevansi informasi keperilakuan; kompleksitas informasi dan gender psikologis sosial memiliki pengaruh dan secara statistik signifikan terhadap overconfidence. Hasil penelitian juga menemukan adanya pengaruh interaksi yang signifikan antara relevansi informasi keperilakuan dengan kompleksitas informasi terhadap overconfidence; Gender psikologi sosial dengan relevansi informasi keperilakuan terhadap overconfidence; gender sosial psikologis dengan kompleksitas informasi terhadap overconfidence; gender psikologis sosial, relevansi informasi keperilakuan dan kompleksitas informasi terhadap overconfidence. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuktikan bahwa penjelasan model selektivitas hanya mampu menjelaskan sebagian dari teori ini, yaitu investor maskulin ketika memproses kompleksitas informasi tinggi cenderung lebih overconfidence dibandingkan investor feminin ketika memproses kompleksitas informasi tinggi. Meskipun berdasarkan estimasi marginal mean test menunjukkan bahwa investor maskulin lebih cocok atau efisien saat memproses kompleksitas informasi rendah daripada investor feminin ketika dilakukan uji post hoc hasil tidak berpengaruh signifikan. Hasil penelitian ini tidak dapat dijelaskan dengan model selektivitas tetapi dapat dijelaskan dengan bounded rationality theory. Penelitian selanjutnya sebaiknya menggali lebih banyak variabel relevansi informasi keperilakuan mengingat variabel ini baru dikembangkan. Penelitian selanjutnya juga harus mempertimbangkan informasi kualitatif seperti pengungkapan informasi dan mengeksplorasi jenis gender psikologis lainnya, yaitu investor androgini.

Item Type: Thesis (Disertasi)
Additional Information: KKB KK-2 D.FEB.A 04 - 23 Iwa r
Uncontrolled Keywords: bounded rationality theory, cognitive dissonance theory, cognitive confirmation, selectivity model, gender
Subjects: Q Science > Q Science (General) > Q350-390 Information Theory
T Technology > T Technology (General) > T58.6-58.62 Management information systems
Divisions: 04. Fakultas Ekonomi dan Bisnis > Doktoral Ilmu Akuntansi
Creators:
CreatorsNIM
I Wayan Kartana, -NIM041517147310
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorBAMBANG TJAHJADI, -NIP195702041986011001
Thesis advisorI MADE NARSA, -NIP196506271991031003
Depositing User: Dewi Puspita
Date Deposited: 22 Jun 2026 01:54
Last Modified: 22 Jun 2026 01:54
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/142078
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item