Jelita Aprisano Putri, - (2022) Efek Ekstrak Etanol Rumput Mutiara (Hedyotis corymbosa (L.) Lamk) terhadap Hepatomegali, Kadar SGOT dan SGPT pada Mencit Terinfeksi Plasmodium berghei ANKA. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text (HALAMAN I)
011911133252 HALAMAN I.pdf Download (156kB) |
|
|
Text (BAB I)
011911133252 BAB I.pdf Download (44kB) |
|
|
Text (FULL TEXT)
011911133252.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Latar Belakang: Malaria merupakan penyakit yang disebabkan oleh parasit genus Plasmodium dan hingga kini masih menjadi salah satu fokus permasalahan kesehatan di dunia. Pada malaria dapat terjadi peningkatan kadar enzim biomarker hepar yakni SGOT dan SGPT serta hepatomegali. Ekstrak etanol rumput mutiara memiliki zat antiinflammasi dan zat hepatoprotektif sehingga memiliki potensi untuk menjadi obat antimalaria baru. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis efek ekstrak etanol rumput mutiara terhadap hepatomegali, kadar SGOT dan SGPT pada mencit yang diinfeksi P. berghei ANKA. Metode: Sebanyak 25 ekor mencit BALB/c betina diinfeksi P. berghei ANKA dari mencit donor sebanyak 200 µl per ekor. Mencit kemudian dikelompokkan menjadi 5 kelompok yakni kelompok yang diberi perlakuan ekstrak etanol rumput mutiara dosis 250 mg/kg BB (M1), 300 mg/kg BB (M2), 350 mg/kg BB (M3), kelompok kontrol positif (K+) yang diberi ACT berupa DHP dosis 187,2 mg/kg BB dan kolmpok kontrol negatif (K-) yang diberi CMC Na 1%. Pada hari kelima setelah penginfeksian, mencit diberi perlakuan satu kali sehari selama 4 hari. Pada hari ke-5 mencit dibedah, darah diambil secara intrakardial untuk diukur pengukuran kadar SGOT dan SGPT dalam serum dan diambil heparnya untuk diukur massa, panjang, dan lebarnya. Hasil: Pada persentase parasitemia ditemukan perbedaan yang signifikan, antara K+ dengan seluruh kelompok, tetapi antara kelompok dosis ekstrak etanol rumput mutiara dengan K- tidak terdapat perbedaan yang signifikan. Namun, pada M3 ditemukan persentase penghambatan tertinggi sebesar 61,4%. Pada hepatomegali ditemukan perbedaan yang signifikan antara K- dengan K+ dan M3 terhadap panjang hepar. Pada parameter SGOT dan SGPT, tidak ditemukan korelasi yang signifikan antar kelompok dosis ekstrak etanol rumput mutiara. Tidak ditemukan korelasi yang signifikan antara persentase parasitemia dengan hepatomegali, SGOT dan SGPT. Kesimpulan: Besar dosis ekstrak etanol rumput mutiara tidak memberikan efek secara signifikan terhadap parasitemia, SGOT dan SGPT tetapi memberikan efek terhadap hepatomegali berupa panjang hepar yang signifikan pada dosis 350 mg/kg BB. Kata kunci: Malaria, Ekstrak Etanol Rumput Mutiara atau Hedyotis corymbosa, Hepatomegali, SGOT, dan SGPT.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKA KK S.FK.D 81 - 23 Jel e | |||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Malaria, Ekstrak Etanol Rumput Mutiara atau Hedyotis corymbosa, Hepatomegali, SGOT, SGPT | |||||||||
| Subjects: | Q Science > QL Zoology > QL1-991 Zoology | |||||||||
| Divisions: | 01. Fakultas Kedokteran > Pendidikan Dokter | |||||||||
| Creators: |
|
|||||||||
| Contributors: |
|
|||||||||
| Depositing User: | Dewi Puspita | |||||||||
| Date Deposited: | 08 Jun 2026 06:29 | |||||||||
| Last Modified: | 08 Jun 2026 06:29 | |||||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/142103 | |||||||||
| Sosial Share: | ||||||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


