ENRICO RIO ANDRIES DARWIS (2022) STUDI DRAMATURGI TENTANG PELAKU CROSSPLAYDALAM KOMUNITAS COSURA. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text (HALAMAN JUDUL)
071811433029_HALAMAN JUDUL.pdf Download (934kB) |
|
|
Text (BAB I)
071811433029_BAB I.pdf Download (878kB) |
|
|
Text (FULLTEXT)
071811433029_FULLTEXT.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Dewasa ini, budaya populer khususnya yang berasal dari Jepang semakin berkembang di Indonesia, salah satu produk budaya yang saat ini berkembang adalah cosplay, di mana seseorang dapat berubah menjadi karakter yang disukai dengan menggunakan kostum. Bahkan jika sudah menyukai tokoh yang berbeda gender dengan jenis kelamin seseorang, individu tersebut pun akan tetap bisa meng-cosplay-kan tokoh tersebut, kegiatan tersebut dinamakan cosplay crossdress atau crossplay. Adapun fokus dari penelitian ini adalah melihat bagaimana manajemen impresi yang dilakukan oleh crossplayer Male-to-Female (MtF) dan Female-to-Male (FtM) di panggung depan maupun panggung belakang serta preferensi seksual informan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Setting penelitian berada pada komunitas COSURA, yang merupakan salah satu komunitas cosplay terbesar di Surabaya. Perspektif teoretis yang digunakan adalah teori dramaturgi dari Erving Goffman serta teori performativitas gender oleh Judith Butler. Pengumpulan informan menggunakan teknik purposive. Jumlah informan yang diteliti sebanyak 6 informan yang terbagi dari 2 crossplayer MtF dan 4 crossplayer FtM. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat berbagai usaha yang besar untuk menciptakan impresi yang diinginkan di panggung depan, adapun persiapan yang dilakukan di panggung belakang crossplayer mempengaruhi bagaimana crossplayer baik MtF maupun FtM membangun dan mempertahankan impresi di panggung depan. Terdapat diskriminasi yang lebih berat kepada crossplayer MtF dibandingkan kepada crossplayer FtM yang disebabkan oleh budaya patriarki Indonesia. Selain itu crossplayer FtM yang menggunakan kerudung akan mendapatkan tekanan sosial yang lebih tinggi daripada crossplayer yang tidak berkerudung dalam kehidupan sehari-hari. Preferensi seksual dari para informan ialah heteroseksual dengan ada pengecualian satu informan memiliki preferensi homoseksual. Terdapat keselarasan antara teori Butler mengenai gender bersifat cair dan dapat berubah tergantung situasi dan waktu, sebab ditemukan bahwa crossplayer ‘melakukan’ ciri-ciri suatu gender tergantung dari situasi yang mengharuskan.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKB KK-2 S.FISIP.S 47 - 23 Enr s | ||||||
| Uncontrolled Keywords: | Popular Culture, Crossplay, Dramaturgy, Front Stage, Back Stage, Gender Performativity | ||||||
| Subjects: | H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform > HN1-995 Social history and conditions. Social problems. Social reform | ||||||
| Divisions: | 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Sosiologi | ||||||
| Creators: |
|
||||||
| Contributors: |
|
||||||
| Depositing User: | Sulistiorini | ||||||
| Date Deposited: | 08 Jun 2026 08:23 | ||||||
| Last Modified: | 08 Jun 2026 08:23 | ||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/142123 | ||||||
| Sosial Share: | |||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


