Riri Febri Marlinda, - (2022) Angka Kejadian Keterlambatan Pubertas (Delayed Puberty) Pada Sapi Potong Di Kecamatan Modo Kabupaten Lamongan Tahun 2019-2020. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text (HALAMAN JUDUL)
061811133007_HALAMAN JUDUL.pdf Download (339kB) |
|
|
Text (BAB I)
061811133007_BAB I.pdf Download (133kB) |
|
|
Text (FULLTEXT)
061811133007_FULLTEXT.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
"Sapi potong memiliki peranan penting dalam menghasilkan daging, selain itu permintaan daging secara nasional semakin meningkat seiring dengan laju pertumbuhan penduduk. Masih banyak terdapat kendala dalam meningkatkan hasil peternakan sapi salah satunya gangguan reproduksi yang dapat menurunkan produktivitas ternak seperti delayed puberty. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui angka kejadian, faktor penyebab, serta upaya untuk mengatasi kejadian keterlambatan pubertas (delayed puberty) pada sapi potong di Kecamatan Modo Kabupaten Lamongan tahun 2019-2020. Delayed puberty merupakan suatu keadaan dimana ternak sapi tidak mengalami fase estrus ketika umur ternak sudah mencapai dua tahun, ketika palpasi rektal tidak terdapat aktifitas ovarium (Prihatno, 2017). Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pengumpulan data sekunder dan data primer. Pengumpulan data sekunder diperoleh dari laporan hasil pelayanan kesehatan hewan di Kecamatan Modo Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Lamongan. Data primer diperoleh dari pengisian 100 kuesioner oleh peternak serta wawancara dengan peternak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa angka kejadian keterlambatan pubertas di Kecamatan Modo Kabupaten Lamongan tahun 2019-2020 berdasarkan hasil data sekunder mencapai 42% atau 667 ekor sapi yang mengalami keterlambatan pubertas dari total pemeriksaan sapi betina dara 1.637 ekor sapi serta berdasarkan hasil kuesioner terdapat sebanyak 104 kasus keterlambatan pubertas. Diantaranya 44,2% pada sapi Limousin, 28,8% pada sapi Simmental dan 26,9% pada sapi Peranakan Ongole. Adapun faktor yang mempengaruhi keterlambatan pubertas pada ternak diantaranya adalah faktor pakan baik dari segi kualitas ataupun kuantitas masih kurang. 53,5% pakan rumput dan 46,4% pakan rumput dan Jerami yang diberikan pada sapi PO. 40% pakan rumput dan 60% pakan rumput dan Jerami pada sapi Simmental. 41,3% pakan rumput, 52,1% pakan rumput dan Jerami, 6,5% pakan rumput, jerami dan mineral pada sapi Limousin. Selanjutnya faktor iklim, manajemen kandang, tidak adanya pejantan dalam satu kandang serta kemampuan peternak dalam mendeteksi birahi masih rendah. Sampai saat dilakukakannya penelitian ini belum ada upaya penanganan berupa perbaikan manajemen pakan ataupun pemberian terapi hormon GnRH dan PGF-2?. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa angka kejadian keterlambatan pubertas (delayed puberty) pada sapi potong di Kecamatan Modo Kabupaten Lamongan tahun 2019-2020 berdasarkan data sekunder mencapai 42% atau 667 kasus delayed puberty dari total pemeriksaan sapi betina dara 1.637 ekor dan 104 kasus delayed puberty berdasarkan hasil kuesioner. Faktor yang mempengaruhi keterlambatan pubertas di Kecamatan Modo diantaranya tidak terpenuhinya pakan sesuai standar kebutuhan ternak baik dari segi kualitas maupun kuantitas, faktor iklim, manajemen kandang, tidak terdapat keberadaan pejantan dalam satu kandang dan kemampuan deteksi birahi peternak yang masih rendah. Berdasarkan hasil penelitian ini maka disarankan perlu adanya penyuluhan terkait ilmu dan manajemen peternakan kepada peternak agar tercapainya peternak yang makmur serta pelatihan terkait pengolahan dan perbaikan manajemen pakan sesuai dengan standar kebutuhan ternak untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas pakan yang diberikan kepada ternak. "
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KK KKC S.FKH. 130-22 Rir a | |||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Delayed puberty, feed, GnRH, PGF-2?, health | |||||||||
| Subjects: | S Agriculture > SF Animal culture > SF191-275 Cattle | |||||||||
| Divisions: | 06. Fakultas Kedokteran Hewan | |||||||||
| Creators: |
|
|||||||||
| Contributors: |
|
|||||||||
| Depositing User: | sugiati | |||||||||
| Date Deposited: | 09 Jun 2026 03:05 | |||||||||
| Last Modified: | 09 Jun 2026 03:05 | |||||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/142160 | |||||||||
| Sosial Share: | ||||||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


