Quorum Sensing Streptococcus Mutans dan Lactobacillus Salivarius (Prospek Pencegahan Karies Gigi Masa Depan) (Narrative Review)

Rahmi Yuna (2022) Quorum Sensing Streptococcus Mutans dan Lactobacillus Salivarius (Prospek Pencegahan Karies Gigi Masa Depan) (Narrative Review). Skripsi thesis, Universitas Airlangga.

[img] Text (HALAMAN JUDUL)
021911133066_HALAMAN JUDUL.pdf

Download (4MB)
[img] Text (BAB I)
021911133066_BAB I.pdf

Download (97kB)
[img] Text (FULLTEXT)
021911133066_FULLTEXT.pdf
Restricted to Registered users only

Download (4MB) | Request a copy
Official URL: https://lib.unair.ac.id/

Abstract

Latar belakang: Karies gigi merupakan penyakit menular yang paling luas penyebarannya, mempengaruhi jutaan orang di seluruh dunia. Streptococcus mutans (S. mutans) merupakan mikroorganisme utama penyebab karies dimana sifat acidogenic dan aciduric serta kemampuannya untuk melekat pada permukaan gigi memediasi kemampuannya untuk menghasilkan polisakarida ekstraseluler dari sukrosa, yang semuanya merupakan faktor virulensi terkait dengan patogenesis karies gigi. Lactobacillus salivarius (L. salivarius) adalah jenis bakteri asam laktat yang memiliki kemampuan menghambat pertumbuhan bakteri patogen melalui komunikasi antar sel bakteri yang disebut Quorum Sensing (QS). Tujuan: Untuk menganalisis mekanisme Quorum Sensing S. mutans dan L. salivarius pada rongga mulut terkait pencegahan pembentukan biofilm S. mutans. Metode: Penelitian ini menggunakan metode narrative review. Sumber pustaka yang digunakan dalam penyusunan review yaitu database digital seperti PubMed, Sciencedirect, dan Google Scholar yang terkait dengan QS S. mutans dan L. salivarius pada rongga mulut. Pembahasan: Beberapa literatur melaporkan bahwa L. salivarius memiliki kemampuan untuk menghambat pertumbuhan S. mutans melalui penurunan regulasi gen yang berperan dalam pembentukan biofilm. Protein K35 dan K43 yang dihasilkan dari aktivasi gen L. salivarius bekerja dengan menghambat ekspresi gen LuxS sehingga terjadi penurunan regulasi gen VicK, VicR dan ComC yang berperan sebagai penyandi gen glukosiltransferase (gtfBCD) untuk pembentukan biofilm S. mutans dan terjadi penurunan molekul sinyal autoinducer-2 (AI-2) yang digunakan dalam mekanisme QS. Kesimpulan: Lactobacillus salivarius rongga mulut memiliki prospek sebagai agen pencegahan karies gigi masa depan dengan menghambat pembentukan biofilm S. mutans melalui mekanisme QS.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKA KK S.FKG 64 - 23 RAH q
Uncontrolled Keywords: karies gigi, quorum sensing, Streptococcus mutans, Lactobacillus salivarius, biofilm
Subjects: Q Science > QR Microbiology > QR75-99.5 Bacteria
R Medicine > RK Dentistry > RK1-715 Dentistry
Divisions: 02. Fakultas Kedokteran Gigi > S1 Kedokteran Gigi
Creators:
CreatorsNIM
Rahmi YunaNIM021911133066
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorIndah Listiana KriswandiniNIDN0030106303
Thesis advisorSidarningsihNIDN0009046008
Depositing User: Ika Rudianto
Date Deposited: 09 Jun 2026 04:41
Last Modified: 09 Jun 2026 04:41
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/142186
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item