Rizentya Salsabila (2022) Perbedaan Ketebalan Kartilago Kondilus Sendi Temporomandibula Rattus Norvegicus Pasca Pemberian Stres Fisik Intensitas Rendah, Sedang, dan Tinggi. Skripsi thesis, Universitas Airlangga.
|
Text (HALAMAN JUDUL)
021911133052_HALAMAN JUDUL.pdf Download (4MB) |
|
|
Text (BAB I)
021911133052_BAB I.pdf Download (125kB) |
|
|
Text (FULLTEXT)
021911133052_FULLTEXT.pdf Restricted to Registered users only Download (10MB) | Request a copy |
Abstract
Latar Belakang: Kartilago kondilus sendi temporomandibula (TMJ) memiliki peran untuk memfasilitasi artikulasi dengan diskus TMJ dan mengurangi beban pada tulang di bawahnya. Kartilago kondilus tersusun atas zona fibrous, zona proliferatif, zona matur, dan zona hipertrofi. Stres atau trauma dapat menyebabkan kerusakan patologis kartilago kondilus. Stres fisik dapat menginduksi peningkatan sitokin pro-inflamasi, MMP-1,-3,-9, dan VEGF yang menyebabkan perubahan ketebalan kartilago kondilus. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan perbedaan ketebalan kartilago kondilus sendi temporomandibula Rattus norvegicus pasca pemberian stres fisik intensitas rendah, sedang, dan tinggi. Metode: Tikus wistar dibagi dalam kelompok kontrol, kelompok stres fisik intensitas rendah, sedang, dan tinggi. Kelompok stres fisik diberi perlakuan latihan renang menggunakan beban 3%, 6%, dan 9% dari berat badan dengan durasi 40%, 70%, dan dari perhitungan waktu renang maksimal. Potongan sagital kepala tikus didekalsifikasi dan dibuat sediaan HPA menggunakan pengecatan Haematoxylin Eosin. Ketebalan kartilago kondilus TMJ dihitung di bawah mikroskop cahaya dengan perbesaran 400x. Data penelitian dianalisis menggunakan uji One Way Anova dengan nilai signifikan p<0,005. Hasil: Stres fisik intensitas rendah dan tinggi dengan rata-rata ketebalan kartilago 86,47±10,94 dan 96,41±23,72 terbukti dapat menyebabkan peningkatan ketebalan kartilago kondilus dibanding kelompok kontrol (78,38±16,05). Sebaliknya, stres fisik intensitas sedang dapat menyebabkan penurunan ketebalan kartilago kondilus (56,31±6,11). Uji One Way Anova menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan antara keempat kelompok (p=0,053). Gambaran HPA menunjukkan kondilus yang tidak intak dan terjadi fibrilasi, serta tampak penipisan zona fibrous dan berkurangnya kondrosit pada kelompok perlakuan. Kesimpulan: Terdapat perbedaan ketebalan kartilago kondilus pada kelompok kontrol, kelompok stres fisik intensitas rendah, sedang, dan tinggi.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKA KK S.FKG 65 - 23 RIZ p | |||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Kartilago Kondilus, Temporomandibular Joint, Stres Fisik | |||||||||
| Subjects: | R Medicine > RK Dentistry > RK1-715 Dentistry | |||||||||
| Divisions: | 02. Fakultas Kedokteran Gigi > S1 Kedokteran Gigi | |||||||||
| Creators: |
|
|||||||||
| Contributors: |
|
|||||||||
| Depositing User: | Ika Rudianto | |||||||||
| Date Deposited: | 09 Jun 2026 07:22 | |||||||||
| Last Modified: | 09 Jun 2026 07:22 | |||||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/142195 | |||||||||
| Sosial Share: | ||||||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


