TAZKIA ATHARIZA DHIVARA (2022) PENGARUH KOMBINASI ALGINAT Sargassum duplicatum DENGAN EKSTRAK BUAH Abelmoschus esculentus DAN KULIT Garcinia mangostana TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH DAN DIAMETER PULAU LANGERHANS MENCIT (Mus musculus) DIABETIK. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text (HALAMAN JUDUL)
081811433030_HALAMAN JUDUL.pdf Download (2MB) |
|
|
Text (BAB I)
081811433030_BAB I.pdf Download (557kB) |
|
|
Text (FULLTEXT)
081811433030_FULLTEXT.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Diabetes mellitus tipe 2 ditandai dengan terjadinya hiperglikemia (kadar glukosa darah tinggi). Hiperglikemia dapat menyebabkan kondisi stres oksidatif yang dapat merusak sel ? pulau Langerhans. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian kombinasi alginat Sargassum duplicatum dengan ekstrak buah Abelmoschus esculentus (okra) dan kulit Garcinia mangostana (manggis) terhadap glukosa darah dan diameter pulau Langerhans mencit diabetik, serta untuk mengetahui kelompok kombinasi terbaik dalam menurunkan kadar glukosa darah dan menghambat kerusakan pulau Langerhans. Penelitian ini dilakukan dengan Rancangan Acak Lengkap. Mencit dibagi menjadi 7 kelompok, yaitu KN (kontrol normal), KD (kontrol diabetik), KA (kontrol acarbose), KS (kelompok alginat), KSO (kombinasi alginat dan ekstrak buah okra), KSG (kombinasi alginat dan ekstrak kulit manggis), dan KSOG (kombinasi alginat dengan ekstrak buah okra dan kulit manggis). Induksi kondisi hiperlipidemia dilakukan dengan pemberian pakan high fat diet selama 2 minggu dan induksi mencit diabetik dilakukan dengan streptozotocin secara multiple low-dose (dosis 35 mg/kg BB) selama 5 hari. Mencit kontrol diberi carboxymethyl cellulose, sementara mencit diabetik diberi perlakuan sesuai dengan kelompoknya setiap hari selama 2 minggu. Pengukuran glukosa darah 2 jam postprandial dilakukan sebelum dan sesudah perlakuan menggunakan glukometer. Pankreas dibuat menjadi preparat histologi dengan ketebalan irisan 4 µm menggunakan pewarnaan hematoxylin-eosin, lalu pulau Langerhans diamati di mikroskop pada perbesaran 200x. Analisis data glukosa darah dilakukan dengan uji Kruskal-Wallis dan Mann-Whitney, sementara diameter pulau Langerhans dilakukan dengan uji One Way ANOVA dan Duncan pada ? = 0.05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kombinasi alginat dengan ekstrak buah okra dan kulit buah manggis dapat menurunkan kadar glukosa darah dan menghambat terjadinya kerusakan sel ? pulau Langerhans mencit diabetik yang ditunjukkan oleh tidak terjadinya penurunan diameter pulau Langerhans, serta KSG merupakan kombinasi paling efektif.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKC KK S.FST.B 71 - 23 Taz p | |||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Abelmoschus esculentus, diabetic mice, Garcinia mangostana, glucose levels, islets of Langerhans, Sargassum duplicatum | |||||||||
| Subjects: | R Medicine > RC Internal medicine > RC31-1245 Internal medicine | |||||||||
| Divisions: | 08. Fakultas Sains dan Teknologi > Biologi | |||||||||
| Creators: |
|
|||||||||
| Contributors: |
|
|||||||||
| Depositing User: | Sulistiorini | |||||||||
| Date Deposited: | 09 Jun 2026 08:36 | |||||||||
| Last Modified: | 09 Jun 2026 08:36 | |||||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/142198 | |||||||||
| Sosial Share: | ||||||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


