Ryan Hafidz Putra Pamungkas, - (2022) Hubungan Maloklusi Dengan Posisi Bibir Bawah Terhadap Ricketts Estetik Line. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text (HALAMAN JUDUL)
021811133128_HALAMAN JUDUL.pdf Download (1MB) |
|
|
Text (BAB I)
021811133128_BAB I.pdf Download (685kB) |
|
|
Text (FULLTEXT)
021811133128_FULLTEXT.pdf Restricted to Registered users only Download (7MB) | Request a copy |
Abstract
"Pendahuluan: Maloklusi adalah suatu keadaan dari ketidaksesuaian dari hubungan gigi atau hubungan rahang yang menyimpang dari normal. Maloklusi akan berpengaruh terhadap profil wajah terutama bibir. Analisi profil jaringan lunak Ricketts menggunakan garis estetik yang disebut dengan E-line (garis E). Evaluasi posisi anteroposterior bibir menggunakan e-line akan didapatkan penilaian posisi bibir yang menunjukkan bahwa bibir atas terletak 4 mm di belakang garis estetika sedangkan bibir bawah berada 2 mm di belakang garis estetik. Tujuan: mengetahui hubungan maloklusi skeletal dengan posisi bibir bawah terhadap ricketts estetik line. Metode: Pengambilan data di RSGM UNAIR dilanjutkan dengan melihat pola maloklusi klas I, II, III. Memasukkan foto sefalometri ke tracing software. Melihat arah pertumbuhan, melakukan analisis data, dan melihat posisi bibir bawah. Hasil: Berdasarkan uji Pearson Correlation didapatkan bahwa korelasi antara Ricketts estetik line (bawah) dengan beberapa variabel pada maloklusi klas I (FMA, SNmandibular plane, FH-mandibular plane, gonion angle, lower gonial angle dan Ricketts Estetik line (atas)), klas II (Facial axis, facial angle, sudut S-N-BA, SNA, SNB, FMIA), dan klas III (S-N-BA, SNA, SNB dan sudut S-BA-N) dengan nilai P sebesar p>0.01. Kesimpulan: Korelasi antara posisi bibir bawah terhadap Ricketts Estetik line pada pasien maloklusi klas I skeletal menunjukkan bahwa terdapat korelasi yang signifikan dengan FMA, SN-mandibular plane, FH-mandibular plane, gonion angle, lower gonial angle dan Ricketts Estetik line (atas), dan klas II skeletal menunjukkan bahwa terdapat korelasi yang signifikan dengan Facial axis, facial angle, sudut S-N-BA, SNA, SNB, FMIA, dan sudut S-BA-N. Sedangkan pada maloklusi klas III skeletal terdapat korelasi yang signifikan dengan sudut SN-BA, SNA, SNB dan sudut S-BA-N. "
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKA KK. S. FKG. 129/22 Rya h | |||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Maloklusi, posisi bibir bawah, Ricketts estetik line | |||||||||
| Subjects: | R Medicine > RK Dentistry > RK1-715 Dentistry | |||||||||
| Divisions: | 02. Fakultas Kedokteran Gigi > S1 Kedokteran Gigi | |||||||||
| Creators: |
|
|||||||||
| Contributors: |
|
|||||||||
| Depositing User: | sugiati | |||||||||
| Date Deposited: | 10 Jun 2026 03:53 | |||||||||
| Last Modified: | 10 Jun 2026 03:53 | |||||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/142208 | |||||||||
| Sosial Share: | ||||||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


