Ahmad Halomoan Harahap (2022) Studi Mutu Ikan Swanggi (Priacanthus macracanthus) Segar di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Brondong, PPN Brondong, Lamongan, Jawa Timur. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text (HALAMAN JUDUL)
141711233048_HALAMAN JUDUL.pdf Download (1MB) |
|
|
Text (BAB I)
141711233048_BAB I.pdf Download (463kB) |
|
|
Text (FULLTEXT)
141711233048_FULLTEXT.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Kualitas mutu atau tingkat kesegaran hasil tangkapan nelayan sangat penting karena berkaitan dengan nilai jual dan daya terima konsumen. Kesegaran atau mutu ikan yang baru ditangkap dari perairan tidak dapat ditingkatkan dan bukan hanya itu, tingkat kesegaran akan terus menurun, dengan kata lain kemunduran mutu ikan hanya dapat diperlambat dengan menerapkan prinsip dan metode penanganan yang baik dan benar. Penurunan mutu dan tingginya kerusakan pasca panen diakibatkan oleh antara lain cara penangkapan, cara penanganan yang buruk, panjangnya rantai suplai, tidak memadainya fasilitas penanganan dan penyimpanan. Masih banyak nelayan yang menggunakan metode atau teknik penanganan dan penyimpanan secara tradisional dan tidak dapat mempertahankan mutu dengan baik hingga sampai di pasaran, bahkan nelayan menggunakan bahan berbahaya seperti formalin untuk mengawetkan ikan hasil tangkapan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan kualitas ikan swanggi dan untuk mengetahui faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi kualitas ikan swanggi (Priacanthus macracanthus) di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Brondong, Lamongan, Jawa Timur. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian survei deskriptif. Parameter pengujian dalam penelitian ini yaitu uji organoleptik, uji pH dan uji formalin untuk menganalisis dan mendeskripsikan kualitas ikan swanggi, Selain itu juga dilakukan analisis sebab akibat untuk mengetahui faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi kualitas ikan swanggi. Hasil penelitian ikan swanggi yang dipasarkan di TPI Brondong tidak memenuhi standar SNI 2013 dengan nilai organoleptik setiap indikatornya sebagai berikut: mata (7,3), Insang (6,8), daging (6,7), bau (6,3) dan tekstur (6,2) dengan nilai rata-rata organoleptik 6,6. Nilai organoleptik tersebut masih dalam kondisi toleran karena nilai 5-6 merupakan ambang batas antara kondisi ikan bagus, sedangkan menurut acuan SNI (2013) nilai minimum untuk kategori ikan segar ditunjukkan dengan nilai 7. Nilai pH (derajat keasaman) ikan swanggi dengan nilai rata-rata 6,5 yang menunjukkan bahwa tingkat kesegaran ikan swanggi tergolong segar dan masuk pada fase rigor mortis. Hasil uji formalin ditemukan 68 sampel ikan swanggi yang positif formalin atau 24,29% dari jumlah sampel pengujian dan hal ini harus menjadi perhatian penting bagi kepelabuhan karena menyangkut keamanan pangan bagi konsumen. Sedangkan faktor-faktor eksternal kemunduran mutu ikan swanggi sangat dipengaruhi oleh kurangya monitoring dan evaluasi cara penanganan ikan yang baik (CPIB).
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKC KK S.FPK.THP 25 - 23 Ahm s | |||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Swanggi Fish, Quality study, fish auction place. | |||||||||
| Subjects: | S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling > SH328-329 Fishery management. Fishery policy | |||||||||
| Divisions: | 14. Fakultas Perikanan dan Kelautan > Teknologi Hasil Perikanan | |||||||||
| Creators: |
|
|||||||||
| Contributors: |
|
|||||||||
| Depositing User: | Sulistiorini | |||||||||
| Date Deposited: | 11 Jun 2026 06:15 | |||||||||
| Last Modified: | 11 Jun 2026 06:15 | |||||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/142292 | |||||||||
| Sosial Share: | ||||||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


