PENGEMBANGAN SOFT COMPETENCY PENYIDIK TIPIKOR : (Studi pada Sub-Direktorat Tindak Pidana Korupsi Ditreskrimsus Kepolisian Daerah Jawa Timur)

MUH WAHYUDIN LATIF (2022) PENGEMBANGAN SOFT COMPETENCY PENYIDIK TIPIKOR : (Studi pada Sub-Direktorat Tindak Pidana Korupsi Ditreskrimsus Kepolisian Daerah Jawa Timur). Disertasi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (HALAMAN JUDUL)
091917067305_HALAMAN JUDUL.pdf

Download (1MB)
[img] Text (BAB I)
091917067305_BAB I.pdf

Download (1MB)
[img] Text (FULLTEXT)
091917067305_FULLTEXT.pdf
Restricted to Registered users only

Download (3MB) | Request a copy
Official URL: http://www.lib.unair.ac.id

Abstract

Fenomena kasus tentang soft competency di Kepolisian Negara Republik Indonesia terutama dalam manajemen penyidikan kasus tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh Kepolisian Daerah Jawa Timur menjadi sebuah masalah menarik dan berpengaruh besar dalam kehidupan politik dan bernegara. Dalam tindak pidana korupsi, kompetensi kepemimpinan berpengaruh kuat terhadap jalan keberhasilan pada Sub-Direktorat Tindak Pidana Korupsi Kepolisian Daerah Jawa Timur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menginterpretasi pengembangan soft competency yang bisa diterapkan untuk penyidik Tipikor pada Sub-Direktorat Tindak Pidana Korupsi Ditreskrimsus Kepolisian Daerah Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif pemngembangan model pengembangan soft competency penyidik Tipikor pada Sub-Direktorat Tindak Pidana Korupsi Ditreskrimsus Kepolisian Daerah Jawa Timur. Subyek penelitian ini adalah penyidik tipikor pada SubDirektorat Tindak Pidana Korupsi Direskrimsus Kepolisian Daerah Jawa Timur dipilih menggunakan teknik purposive sampling sehingga diperoleh sebanyak 10 orang. Teknik pengumpulan menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data data dengan reduksi data, penyajian data dan verifikasi gambaran kesimpulan. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa dalam mengidentifikasi mengenai soft competency ini sangat penting untuk penyidikan tindak pidana korupsi. Penyelidik harus menguasai sejumlah besar soft competency dengan berbagai keterampilan teknis, kognitif, dan afektif, terutama dalam keterampilan komunikasi dan investigasi. Berdasarkan pada hasil analisis temuan penelitian ini seharusnya indikator personal soft competency yang sangat diperlukan dan mampu diimplementasikan, antara lain inisiatif, etika/integritas, berpikir kritis, kemampuan belajar, komitmen, motivasi, bersemangat, dapat diandalkan, komunikasi lisan, kreatif, kemampuan analitis, mengatasi stress, manajemen diri, menyelesaikan problem, dapat meringkas, berkooperasi, fleksibel, kerja dalam tim, mandiri, mendengarkan, tangguh, beragumen logis, manajemen waktu.

Item Type: Thesis (Disertasi)
Additional Information: KKB KK-2 D.SPs.PSDM 02 - 23 Muh p
Uncontrolled Keywords: Competence, Soft Competency, Corruption Crime Investigator
Subjects: H Social Sciences > HF Commerce > HF5549-5549.5 Personnel management. Employment
Divisions: 09. Sekolah Pasca Sarjana > S3 Pengembangan Sumber Daya Manusia
Creators:
CreatorsNIM
MUH WAHYUDIN LATIFNIM091917067305
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorSUBAGYONIDN195301261983031001
Thesis advisorBAGONG SUYANTONIDN196609061989031002
Depositing User: Sulistiorini
Date Deposited: 11 Jun 2026 08:25
Last Modified: 11 Jun 2026 08:25
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/142311
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item