MUHAMMAD ACHDIAR RAIZANDHA, - (2022) Peran Terapi Oksigen Hiperbarik pada Fournier Gangrene : Sebuah Telaah Sistematis dan Meta-Analisis. Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text (HAL JUDUL)
011718196304-HAL JUDUL.pdf Download (802kB) |
|
|
Text (BAB 1)
011718196304-BAB 1.pdf Download (38kB) |
|
|
Text (FULLTEXT)
011718196304.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Fournier Gangrene adalah penyakit infeksi progresif yang berbentuk fasciitis nekrotikan di daerah perineum dan genitalia eksterna oleh polimikroba yang berpotensi mengancam nyawa. Tatalaksana Fournier Gangrene meliputi resusitasi agresif, pemberian antibiotik spektrum luas, surgical debridement yang adekuat dan harus sesegera mungkin dilakukan (<24 jam). Terapi oksigen hiperbarik merupakan terapi dengan inhalasi 100% O2 pada lingkungan yang bertekanan. Terapi oksigen hiperbarik telah digunakan sebagai terapi tambahan untuk penyakit infeksi, tetapi terapi ini masih dalam perdebatan untuk tatalaksana Fournier Gangrene. Telaah sistematik dan meta-analisis ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh terapi oksigen hiperbarik terhadap jumlah tindakan debridemen, lama rawat inap dan angka mortalitas. Penelitian ini menggunakan protokol Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta Analysis (PRISMA) untuk mencari studi-studi yang mengevaluasi pengaruh terapi oksigen hiperbarik pada Fournier Gangrene. Pencarian studi akan dilakukan secara sistematis pada beberapa database ilmiah yang berbeda seperti MEDLINE, Embase, dan Scopus berdasarkan kriteria PICO. Total sebanyak 5 artikel yang dihasilkan untuk selanjutnya dilakukan analisis kualitatif dan kuantitatif. Terdapat perbedaan yang signifikan dari jumlah mortalitas yaitu pasien Fournier Gangrene yang menjalani terapi oksigen hiperbarik memiliki angka mortalitas yang lebih rendah dibandingkan pada pasien yang menjalani terapi konvensional (OR 0.54; 95%CI 0.30, 0.98; p<0.001). Tidak terdapat perbedaan yang signifikan mengenai outcome jumlah tindakan debridement (MD 1.33; 95% CI: -0.58 – 3.23) dan rerata lama rawat inap (MD -0.18; 95%CI: -7.68 – 7.33). Terapi hiperbarik oksigen pada pasien Fournier Gangrene dapat dijadikan sebagai terapi tambahan untuk mencegah peningkatan resiko mortalitas pada pasien dengan Fournier Gangrene.
| Item Type: | Thesis (Thesis) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKA KK Sp.FK.U 01 - 23 Muh p | |||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Fournier Gangrene, Fasciitis necrotican, terapi oksigen hiperbarik | |||||||||
| Subjects: | R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1-1270 Public aspects of medicine | |||||||||
| Divisions: | 01. Fakultas Kedokteran > S2 Ilmu Kedokteran Klinik | |||||||||
| Creators: |
|
|||||||||
| Contributors: |
|
|||||||||
| Depositing User: | prasetyo adi nugroho | |||||||||
| Date Deposited: | 11 Jun 2026 08:15 | |||||||||
| Last Modified: | 11 Jun 2026 08:15 | |||||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/142321 | |||||||||
| Sosial Share: | ||||||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


