Pengaruh Kombinasi Mirror Therapy Dan Tandem Stance Terhadap Kekuatan Otot Pergelangan Kaki Dan Risiko Jatuh Pasien Post Stroke Iskemik

NI PUTU DIAH AYU RUSMENI, - (2022) Pengaruh Kombinasi Mirror Therapy Dan Tandem Stance Terhadap Kekuatan Otot Pergelangan Kaki Dan Risiko Jatuh Pasien Post Stroke Iskemik. Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (HALAMAN I)
132024153017 HALAMAN I.pdf

Download (299kB)
[img] Text (BAB I)
132024153017 BAB I.pdf

Download (52kB)
[img] Text (FULL TEXT)
132024153017.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://www.lib.unair.ac.id

Abstract

Latar belakang: Kekuatan otot pergelangan kaki dan risiko jatuh masih menjadi salah satu isu utama pada pasien dengan post stroke yang mengalami hemiparesis. Pasien post stroke sering kali mengalami kesulitan dalam melakukan aktifitas seperti sediakala, beberapa diantaranya bahkan hanya mampu duduk dikursi roda. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuktikan pengaruh kombinasi mirror therapy dan tandem stance terhadap kekuatan otot pergelangan kaki dan risiko jatuh pasien post stroke iskemik. Metode: Penelitian ini menggunakan Quasy Experiment dengan pendekatan Pre-Post test control gruop design. Populasi penelitian adalah pasien post stroke di Poli Saraf RSUD Klungkung. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik consecutive sampling sesuai dengan kriteria inklusi dengan total 50 pasien. Intervensi kombinasi mirror therapy dan tandem stance dilakukan 3 kali perminggu, selama 4 minggu. Pasien dilakukan pengukuran nilai kekuatan otot dan risiko jatuh sebelum (pre-test) dan setelah 4 minggu pemberian intervensi (post test). Alat ukur kekuatan otot pergelangan kaki menggunakan medical research council (MRC) dan risiko jatuh menggunakan kuisioner morse fall scale (MFS). Analisa data menggunakan Wilcoxon test dan Manova test. Hasil dan Analisis: Hasil didapatkan skala kekuatan otot pada kelompok perlakuan mengalami peningkatan sampai pada skala 5 sedangkan pada kelompok kontrol peningkatan hanya sampai pada skala 3. Begitu pula pada nilai risiko jatuh, dimana pada kelompok perlakuan menurun sampai pada skore 15 sedangkan pada kelompok kontrol penurunan terjadi hanya sampai pada skore 40. Multivariat Manova didapatkan nilai signifikansi 0,001 (? 0,05). Hal ini berarti latihan kombinasi mirror therapy dan tandem stance efektif dalam meningkatkan nilai kekuatan otot pergelangan kaki dan menurunkan risiko jatuh pada pasien post stroke iskemik. Kesimpulan: Latihan kombinasi mirror therapy dan tandem stance dapat meningkatkan nilai kekuatan otot pergelangan kaki dan menurunkan risiko jatuh pada pasien post stroke iskemik jika dilakuan secara teratur dan berkelanjutan.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKC KK T.FKP 40 - 23 Nip p
Uncontrolled Keywords: Mirror therapy, Tandem Stance, Kekuatan Otot, Risiko Jatuh, Post Stroke
Subjects: R Medicine > RC Internal medicine > RC0321 Neuroscience. Biological psychiatry. Neuropsychiatry
Divisions: 13. Fakultas Keperawatan > S1 Keperawatan
Creators:
CreatorsNIM
NI PUTU DIAH AYU RUSMENI, -NIM132024153017
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorYulis Setiya Dewi, -NIDN-
Thesis advisorSatriyo Dwi Suryantoro, -NIDN-
Depositing User: Dewi Puspita
Date Deposited: 12 Jun 2026 01:58
Last Modified: 12 Jun 2026 01:58
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/142337
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item