Alvian Fauzi (2022) Perbandingan Kerusakan Paru Pada Gambaran Foto Toraks Antara TB Paru Sensitif Rifampisin Kasus Baru Dan TB Paru Resisten Rifampisin Kasus Baru. Skripsi thesis, Universitas Airlangga.
|
Text (HALAMAN JUDUL)
011728096304_HALAMAN JUDUL.pdf Download (3MB) |
|
|
Text (BAB I)
011728096304_BAB I.pdf Download (121kB) |
|
|
Text (FULLTEXT)
011728096304_FULLTEXT.pdf Restricted to Registered users only Download (6MB) | Request a copy |
Abstract
Latar Belakang : Tuberkulosis (TB) paru RR/MDR sering dikaitkan dengan morbiditas dan mortalitas yang tinggi dibandingkan dengan TB paru sensitif rifampisin, namun pada beberapa peneliti menganggap Strain Mycobacterium tuberculosis yang resisten terhadap berbagai obat untuk TB justru mengalami pengurangan kebugaran atau fitness akibat mutasi yang disebut dengan teori fitness cost. Penelitian ini bertujuan membandingkan kerusakan paru pada gambaran foto toraks antara TB paru sensitif rifampisin kasus baru dan TB paru resisten rifampisin kasus baru. Metode : Penelitian ini adalah studi observasional analitik dengan rancangan cross sectional retrospective. Sampel penelitian ini diperoleh dari data rekam medis pasien TB yang berobat di RSUD Dr. Soetomo Surabaya sejak Januari 2018 sampai dengan Juli 2022 yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi, penilaian tingkat kerusakan paru pada foto toraks menggunakan scoring dari Yan et al dilakukan oleh 1 dokter spesialis radiologi divisi torak dan 1 dokter spesialis paru divisi infeksi secara blind dengan kesepakatan yang sama. Data di analisis menggunakan uji Mann whitney Hasil : Sebanyak 301 sampel yang terdiri dari 187 sampel TB paru sensitif rifampisin kasus baru dan 114 sampel TB paru resisten rifampisin kasus baru, memiliki karakteristik usia rerata 43,64 tahun, dengan jenis kelamin laki-laki sebanyak 59,5%. Subjek penelitian ini didominasi dari suku Jawa, dan diabetes mellitus menjadi komorbid terbanyak pada penelitian ini. Subjek penelitian dengan tingkat kerusakan paru pada foto toraks kategori ringan lebih banyak pada kelompok TB paru resisten rifampisin kasus baru (8,77% v.s 3,74%), untuk kategori sedang juga lebih banyak pada kelompok TB paru resisten rifampisin kasus baru (40,35% v.s 19,25%), sedangkan kategori berat lebih banyak pada kelompok TB paru sensitif rifampisin kasus baru (77,0% v.s 50,88%). Kesimpulan : Terdapat perbedaan bermakna kerusakan paru pada gambaran foto toraks antara TB paru sensitif rifampisin kasus baru dan TB paru resisten rifampisin kasus baru. Tingkat kerusakan paru pada foto toraks TB paru sensitif rifampisin kasus baru lebih berat dibandingkan TB paru resisten rifampisin kasus baru
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKA KK Sp.FK.PKR 07 - 23 Alv p | ||||||
| Uncontrolled Keywords: | TB paru rifampisin sensitif, TB paru rifampisin resisten, fitness cost, foto toraks. | ||||||
| Subjects: | R Medicine > RC Internal medicine > RC306-320.5 Tuberculosis R Medicine > RC Internal medicine > RC705-779 Diseases of the respiratory system |
||||||
| Divisions: | 01. Fakultas Kedokteran > Ilmu Penyakit Paru | ||||||
| Creators: |
|
||||||
| Contributors: |
|
||||||
| Depositing User: | Ika Rudianto | ||||||
| Date Deposited: | 12 Jun 2026 04:10 | ||||||
| Last Modified: | 12 Jun 2026 04:10 | ||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/142370 | ||||||
| Sosial Share: | |||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


