PRADITYO RAFI HARDONO, - (2022) Prevalensi dan Faktor Risiko yang Berhubungan Dengan Kolelitiasis Di RS Siti Khadijah dan RS Universitas Airlangga. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text (HALAMAN I)
011911133292 HALAMAN I.pdf Download (331kB) |
|
|
Text (BAB I)
011911133292 BAB I.pdf Download (62kB) |
|
|
Text (FULL TEXT)
011911133292.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Latar Belakang: Penyakit batu empedu merupakan masalah kesehatan utama di dunia. Diagnosis baku emas untuk mendiagnosis batu empedu adalah USG. Penyebab pembentukan batu empedu adalah multifaktorial. Peningkatan usia, etnis, jenis kelamin perempuan, riwayat penyakit, dan riwayat keluarga diketahui memiliki peran yang signifikan dalam perkembangan batu empedu. Merokok, konsumsi alkohol, indeks massa tubuh, kolesterol, kontrasepsi dan kehamilan, serta penurunan berat badan secara tiba-tiba juga terbukti menyebabkan batu empedu. Tujuan: Untuk menganalisis hubungan antara faktor risiko dengan diagnosis kolelitiasis Metode: Penelitian ini menggunakan analisis observasional dengan pendekatan cross- sectional menggunakan data rekam medis untuk mengidentifikasi hubungan antara kolelitiasis terhadap usia, jenis kelamin, kelompok etnis, merokok, konsumsi alkohol, indeks massa tubuh, pekerjaan, riwayat keluarga penyakit batu empedu, diabetes mellitus, hipertensi, riwayat penyakit hati, SBP, DBP, TC, HDL, LDL, TG, penurunan berat badan mendadak, kontrasepsi (wanita), dan riwayat kehamilan. Analisis statistik diolah menggunakan aplikasi SPSS versi 25 dengan uji korelasi Spearman’s Rank. Hasil: Hasil yang dikumpulkan dari 436 data rekam medis menunjukkan bahwa 21,3% pasien yang menjalani USG abdomen menderita kolelitiasis. Faktor-faktor yang mendominasi adalah usia 51-60 tahun (35.9 %), wanita (51 %), suku jawa (64.5 %), tidak merokok (96.9 %), tidak mengonsumsi alcohol (99 %), berprofesi sebagai guru (42.2 %), dan obesitas (42.2 %). Riwayat penyakit yang pernah diderita pasien didominasi oleh tidak ada riwayat keluarga sakit batu empedu (96.4 %), tidak ada riwayat diabetes mellitus (78.6 %), tidak ada riwayat hipertensi (79.2 %), dan tidak ada riwayat penyakit liver (94.8 %). Hasil klinis dan laboratoris pasien didominasi oleh tekanan darah sistolik normal (55.7 %), tekanan darah diastolic normal (69.3 %), tidak ada penurunan berat badan (98.4 %), rendah kolesterol total (21.1 5), rendah HDL (24.2 %), diatas optimal LDL (26.4 %), rendah trigliserida (22 %), tidak menggunakan kontrasepsi (100 %), dan ada riwayat kehamilan (86.7 %). Suku, pekerjaan, dan penggunaan kontrasepsi dengan kolelitiasis menunjukkan hubungan yang bermakna (p = 0,002 ; p = 0,001 ; p = 0,006). Namun, faktor lain tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Etnis memiliki pengaruh terhadap diagnosis kolelitiasis. Karakteristik pasien cholelithiasis di kedua rumah sakit ini tidak berpengaruh dan tidak berbeda jauh. Kesimpulan: Etnis, pekerjaan, dan penggunaan kontrasepsi menunjukkan hubungan yang bermakna dengan diagnosis kolelitiasis. Etnis memiliki pengaruh terhadap diagnosis kolelitiasis. Kata Kunci: Kolelitiasis, batu empedu, faktor risiko
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKA KK S.FK.D 86 - 23 Pra p | |||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Kolelitiasis, batu empedu, faktor risiko | |||||||||
| Subjects: | R Medicine > RC Internal medicine > RC799-869 Diseases of the digestive system. Gastroenterology | |||||||||
| Divisions: | 01. Fakultas Kedokteran > S1 Kedokteran | |||||||||
| Creators: |
|
|||||||||
| Contributors: |
|
|||||||||
| Depositing User: | Dewi Puspita | |||||||||
| Date Deposited: | 15 Jun 2026 00:51 | |||||||||
| Last Modified: | 15 Jun 2026 00:51 | |||||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/142410 | |||||||||
| Sosial Share: | ||||||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


