Isolasi Dan Uji Aktivitas Antioksidan Senyawa Metabolit Sekunder Dari Ekstrak Diklorometana Rimpang Temu Hitam (Curcuma aeruginosa Roxb.)

MARISA NUR SHAHADATIN, - (2022) Isolasi Dan Uji Aktivitas Antioksidan Senyawa Metabolit Sekunder Dari Ekstrak Diklorometana Rimpang Temu Hitam (Curcuma aeruginosa Roxb.). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (HAL JUDUL)
081811533010-HAL JUDUL.pdf

Download (699kB)
[img] Text (BAB 1)
081811533010-BAB 1.pdf

Download (41kB)
[img] Text (FULLTEXT)
081811533010.pdf
Restricted to Registered users only

Download (3MB) | Request a copy
Official URL: https://lib.unair.ac.id/

Abstract

Curcuma aeruginosa Roxb. merupakan nama ilmiah dari tumbuhan temu hitam dalam famili Zingiberaceae yang tersebar merata di seluruh Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan menentukan struktur molekul senyawa metabolit sekunder dari ekstrak diklorometana dan uji aktivitas antioksidan senyawa hasil isolasi dan ekstrak diklorometana rimpang temu hitam. Isolasi senyawa metabolit sekunder dimulai dari ekstraksi padat-cair dengan menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol. Ekstraksi cair-cair dengan metode partisi menggunakan pelarut n-heksana dan diklorometana. Proses pemisahan ekstrak diklorometana dilakukan dengan metode kromatografi cair vakum dan kromatografi kolom gravitasi. Menguji kemurnian senyawa dilakukan dengan uji KLT menggunakan tiga sistem eluen yang berbeda. Penentuan struktur dilakukan dengan metode spektroskopi yang meliputi UV-Vis, IR, dan NMR. Hasil karakterisasi menunjukkan bahwa senyawa metabolit sekunder yang diisolasi adalah senyawa golongan seskuiterpen yaitu curdione (1) dan dugaan senyawa (1R,10R)-Epoxy-(-)-1,10-dihydrocurdione (2). Uji aktivitas antioksidan dilakukan terhadap ekstrak diklorometana, curdione dan (1R,10R)-Epoxy-(-)-1,10-dihydrocurdione, dan asam askorbat sebagai kontrol positif dilakukan menggunakan metode DPPH. Hasil uji antioksidan menunjukkan nilai IC50 dari ekstrak DCM dan asam askorbat sebesar 1036 ppm dan 58 ppm. Persen peredaman dari curdione dan (1R,10R)-Epoxy-(-)-1,10-dihydrocurdione dengan konsentrasi 100 ppm sebesar 7,89% dan 8,79%. Dapat disimpulkan bahwa ekstrak diklorometana sangat lemah sebagai antioksidan dan senyawa murni hasil isolasi tidak berpotensi sebagai agen antioksidan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK S.FST.K 03 - 23 Mar i
Uncontrolled Keywords: Curcuma aeruginosa Roxb., Zingiberaceae, antioksidan, DPPH, seskuiterpenoid, curdione, (1R,10R)-Epoxy-(-)-1,10 dihydro curdione
Subjects: Q Science > QD Chemistry
Divisions: 08. Fakultas Sains dan Teknologi > Kimia
Creators:
CreatorsNIM
MARISA NUR SHAHADATIN, -NIM081811533010
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorALFINDA NOVI KRISTANTI, -NIDN0015116702
Depositing User: prasetyo adi nugroho
Date Deposited: 15 Jun 2026 01:52
Last Modified: 15 Jun 2026 01:52
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/142429
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item