ALYA RAFII SALSABILA, - (2022) Konstruksi Gender Teknologi Artificial Intelligence Dalam Film Ex Machina Karya Alex Garland. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text (HAL JUDUL)
071811533092-HAL JUDUL.pdf Download (169kB) |
|
|
Text (BAB 1)
071811533092-BAB 1.pdf Download (736kB) |
|
|
Text (FULLTEXT)
071811533092.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian ini membahas mengenai konstruksi gender teknologi Artificial Intellicence pada film Ex Machina karya Alex Garland. Penelitian ini dilakukan untuk melihat bagaimana film Ex Machina menggambarkan tokoh robot AI yang diberi gender perempuan. Teknologi tidak memiliki jenis kelamin, sehingga sejatinya tidak perlu diberikan gender, namun fenomena penggabungan antara teknologi dan gender ini sudah tidak asing lagi di masyarakat, salah satunya melalui film Ex Machina. Penelitian ini bertujuan untuk melihat mitos apa yang muncul dibalik scene atau adegan pada film Ex Machina, sebab peneliti percaya bahwa konstruksi yang dilakukan melalui film dapat mempengaruhi cara pandang seseorang terkait sebuah fenomena maupun individu. Dalam konteks penelitian ini, pandangan mengenai gender perempuan pada teknologi Artificial Intelligence. Untuk dapat melihat bagaimana konstruksi gender terhadap robot Artificial Intelligence dilakukan dalam film Ex Machina, peneliti menggunakan tinjauan pustaka berikut sebagai dasar penelitian: penelitian terdahulu, Artificial Intelligence dan kemunculannya dalam film, film dan konstruksi atas realitas, film dan konstruksi identitas gender, perspektif Social Construction of Technology, semiotika Roland Barthes, dan grammar of film. Metode analisis yang digunakan peneliti untuk membedah scene yang telah dikurasi adalah metode analisis semiotika Roland Barthes. Prosesnya melalui penjabaran adegan atau scene dari 1st signifier, 1st signified, 1st sign & 2nd signifier, 2nd signified, dan 2nd sign (mitos). Perempuan yang berada dalam sistem atau lingkungan patriarki akan memiliki posisi yang lebih rendah dibanding laki-laki dalam berbagai bidang. Pandangan male chauvinistic ini menjadi nuansa utama dalam berjalannya film Ex Machina dan penggambaran terhadap perempuan dibalut dengan kacamata Male Gaze. Melalui film Ex Machina, peneliti menemukan bahwa perempuan dikonstruksi sebagai kepemilikan atas orang lain. Maka dari itu, tokoh perempuan kerap diperlakukan seenaknya, termasuk mengalami objektifikasi seksual oleh tokoh laki-laki. Dengan berbagai penggambaran yang merendahkan, perempuan tetap diperlihatkan sebagai sosok yang tidak berdaya.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKB KK-2 S.FISIP.K 12 - 23 Aly k | ||||||
| Uncontrolled Keywords: | konstruksi, film, peran perempuan, teknologi Artificial Intelligence, semiotika | ||||||
| Subjects: | H Social Sciences > HT Communities. Classes. Races P Language and Literature > P Philology. Linguistics > P87-96 Communication. Mass media |
||||||
| Divisions: | 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Komunikasi | ||||||
| Creators: |
|
||||||
| Contributors: |
|
||||||
| Depositing User: | prasetyo adi nugroho | ||||||
| Date Deposited: | 15 Jun 2026 01:54 | ||||||
| Last Modified: | 15 Jun 2026 01:54 | ||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/142430 | ||||||
| Sosial Share: | |||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


