Arista Cyrilla, - (2022) Kebijakan Pacific Reset Sebagai Respon Selandia Baru Terhadap Kehadiran Tiongkok Di Pasifik Selatan. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text (HALAMAN JUDUL)
071811233013_HALAMAN JUDUL.pdf Download (707kB) |
|
|
Text (BAB I)
071811233013_BAB I.pdf Download (248kB) |
|
|
Text (FULLTEXT)
071811233013_FULLTEXT.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Selandia Baru merupakan negara bagian dari Pasifik sekaligus sebagai kekuatan regional. Sebagai kekuatan regional, Selandia Baru berupaya untuk mencapai stabilitas kawasan dengan menjalin hubungan diplomatik yang baik dengan negara-negara di Pasifik Selatan. Pertumbuhan ekonomi Selandia Baru yang pesat, salah satunya dengan menjalin perdagangan bilateral dengan Tiongkok. Perdagangan bilateral terus meningkat, hingga keduanya meningkatkan hubungan menjadi kemitraan strategis yang komprehensif, dengan Tiongkok menyebutkan bahwa Tiongkok siap untuk memperkuat kerja sama dengan Selandia Baru guna untuk membantu urusan negara-negara di kawasan Pasifik Selatan. Tiongkok kian meningkatkan kehadirannya di Pasifik Selatan secara signifikan, melalui dana bantuan luar negeri dengan angka yang fantastis, keterlibatannya dalam proyek infrastruktur, bahkan berupaya untuk membangun basis militer di Pasifik Selatan tanpa adanya laporan resmi. Meningkatnya hubungan antara Tiongkok dengan negara-negara di Pasifik Selatan ini bersamaan dengan Selandia Baru yang tengah melakukan pengaturan ulang terhadap kebijakan luar negeri nya di Pasifik Selatan, yakni dengan mengeluarkan kebijakan Pacific Reset pada tahun 2018. Kebijakan Pacific Reset merupakan kebijakan yang berfokus pada isu-isu terkait lingkungan dan masyarakat yang harus ditangani, keamanan dan kesejahteraan ekonomi, serta sebagai bentuk respon terhadap meningkatnya persaingan untuk pengaruh dan sumber daya di kawasan Pasifik Selatan. Maka dari itu, upaya strategis Selandia Baru mengeluarkan kebijakan Pacific Reset sebagai bentuk pengaturan ulang kebijakan Pasifik bersamaan dengan bangkitnya kekuatan Tiongkok di Pasifik Selatan menimbulkan pertanyaan yakni bagaimana implikasi kebijakan Pacific Reset yang ditujukan untuk merespon kehadiran Tiongkok terhadap hubungan Selandia Baru dengan negara-negara kepulauan Pasifik Selatan?
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKB KK-2 S.FISIP.HI.02/22 Ari k | ||||||
| Uncontrolled Keywords: | Selandia Baru, Tiongkok, Pacific Reset, Pasifik Selatan | ||||||
| Subjects: | J Political Science > JZ International relations > JZ5-6530 International relations | ||||||
| Divisions: | 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Hubungan Internasional | ||||||
| Creators: |
|
||||||
| Contributors: |
|
||||||
| Depositing User: | sugiati | ||||||
| Date Deposited: | 15 Jun 2026 02:12 | ||||||
| Last Modified: | 15 Jun 2026 02:12 | ||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/142439 | ||||||
| Sosial Share: | |||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


