PENGARUH KRIOPRESERVASI TERHADAP KARAKTERISTIK DAN POTENSI DIFERENSIASI DEDIFFERENTIATED FAT CELLS MENJADI CARDIOMYOCYTE-LIKE CELLS

RIZAL MUHAMMAD, - (2022) PENGARUH KRIOPRESERVASI TERHADAP KARAKTERISTIK DAN POTENSI DIFERENSIASI DEDIFFERENTIATED FAT CELLS MENJADI CARDIOMYOCYTE-LIKE CELLS. Masters thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (HALAMAN I)
011628136302 HALAMAN I.pdf

Download (195kB)
[img] Text (BAB I)
011628136302 BAB I.pdf

Download (45kB)
[img] Text (FULL TEXT)
011628136302.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://www.lib.unair.ac.id

Abstract

Latar Belakang: Sel dedifferentiated fat (DFAT) menjadi sumber sel yang menjanjikan dalam terapi sel punca karena dapat diisolasi dengan mudah dari jaringan adiposa subkutan tanpa kendala etik melalui proses dediferensiasi jaringan adiposit matur menggunakan metode ceiling culture atau insert culture. Selain jumlah perolehan yang lebih banyak, sel DFAT memiliki banyak kemiripan dengan AD-MSC yang diisolasi dari fraksi stromal vascular, termasuk ekspresi penanda mesenkimal dan penanda pluripotensi embrionik, kemampuan diferensiasi multilineage serta imunogenitas yang rendah. Studi terdahulu telah mendemonstrasikan kemampuan DFAT dalam berdiferensiasi menjadi cardiomyocyte-like cells secara in-vitro dan in-vivo serta memicu neovaskularisasi pada model tikus dengan infark miokard (MI). Namun hasil studi DFAT manusia dalam dekade terakhir melaporkan atenuasi kualitas dan potensi diferensiasi yang dikaitkan dengan profil donor yang meliputi jenis kelamin, usia, dan komorbid yang menyertai, sehingga mendorong peneliti untuk melakukan kriopreservasi sel DFAT yang diisolasi dari donor yang masih muda dan sehat untuk digunakan dalam uji klinis atau terapi berbasis sel autologus di masa mendatang. Hingga saat ini, belum ada studi yang spesifik membandingkan karakteristik mesenkimal dan diferensiasi kardiomiogenik DFAT isolat segar dengan DFAT pasca kriopreservasi. Tujuan: Mengetahui perbedaan kuantitas ekspresi penanda mesenkimal sel DFAT dan penanda cardiac troponin T (cTnT) cardiomyocyte-like cells yang dihasilkan dari DFAT isolat segar dengan DFAT pasca kriopreservasi. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian in-vitro laboratory quasi-experimental dengan metode posttest-only comparative control group design. Jaringan adiposa dari subjek tunggal yang diperoleh melalui prosedur surgical open biopsy diisolasi menggunakan metode insert culture untuk menghasilkan sel DFAT. Sel DFAT pasase 0 dikarakterisasi untuk penanda mesenkimal CD34-, CD45-, CD90+ dan CD105+ dan di subkultur hingga pasase 3, untuk selanjutnya dialokasikan kepada kelompok isolat segar dan kriopreservasi. Kelompok kriopreservasi kemudian di-thawing setelah kriopreservasi selama 6 bulan, dan dilakukan penilaian ulang penanda mesenkimal pada pasase 4. Setelah kedua kelompok mencapai subkultur pasase 6, dilakukan induksi diferensiasi menggunakan medium pengarah kardiomiosit (Gibco™ PSC Cardiomyocyte Differentiation Kit) selama 21 hari. Penilaian ekspresi cTnT untuk mendeteksi cardiomyocyte-like cells pada hasil kultur DFAT dilakukan pada hari ke-7, ke-14 dan ke 21. Kuantitas ekspresi penanda mesenkimal dan cTnT diamati dengan metode imunositokimia. Dilakukan analisis statistik dengan nilai p <0.05 untuk mengetahui adanya perbedaan ekspresi penanda mesenkimal dan cTnT yang signifikan pada kedua kelompok. Hasil: Laki-laki 58 tahun direkrut sebagai subjek tunggal penelitian ini. Terdapat penurunan ekspresi CD34 dan CD45 yang signifikan pada DFAT setelah dilakukan kriopreservasi (p <0.05), namun tidak terdapat perbedaan ekspresi CD90 (p=0.501) dan CD105 (p=0.590). Peningkatan ekspresi cTnT diamati pada kedua kelompok seiring bertambahnya hari diferensiasi (semua p-value < 0.05). DFAT pasca kriopreservasi memiliki ekspresi cTnT yang lebih rendah pada pengamatan hari ke-7, ke-14 dan ke-21 (semua p-value < 0.05). Dengan perbedaan laju peningkatan nilai ekspresi yang signifikan antara hari ke-7 hingga hari ke-14 (p <0.05), dan menjadi paralel antara hari ke-14 hingga ke-21 (p=0.636). Kesimpulan: Terdapat perbedaan kuantitas ekspresi penanda mesenkimal pada sel DFAT sebelum dan setelah kriopreservasi, dan perbedaan laju peningkatan kuantitas ekspresi cTnT antara sel DFAT isolat segar dan pasca kriopreservasi.

Item Type: Thesis (Masters)
Additional Information: KKA KK Sp.FK.KKV 11 - 23 Riz p
Uncontrolled Keywords: Dediferentiated fat cells, sel punca mesenkimal, kriopreservasi, diferensiasi, kardiomiosit
Subjects: R Medicine > RC Internal medicine > RC666-701 Diseases of the circulatory (Cardiovascular) system
Divisions: 01. Fakultas Kedokteran > Ilmu Penyakit Jantung
Creators:
CreatorsNIM
RIZAL MUHAMMAD, -NIM011628136302
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorBUDI BAKTIJASA DHARMADJATI, -NIP196004271987031005
Thesis advisorYUDI HER OKTAVIONO, -NIP196510081990011001
Depositing User: Dewi Puspita
Date Deposited: 15 Jun 2026 03:31
Last Modified: 15 Jun 2026 03:31
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/142448
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item