Ahmad Alfan Surya Dilaga Zulkarnain (2022) KONSENTRASI MINIMUM EKSTRAK DAUN SIRIH MERAH SEBAGAI ANTIBAKTERI TERHADAP STAPHYLOCOCCUS AUREUS. Skripsi thesis, Universitas Airlangga.
|
Text (HALAMAN JUDUL)
021911133135_HALAMAN JUDUL.pdf Download (1MB) |
|
|
Text (BAB I)
021911133135_BAB I.pdf Download (164kB) |
|
|
Text (FULLTEXT)
021911133135_FULLTEXT.pdf Restricted to Registered users only Download (3MB) | Request a copy |
Abstract
Latar belakang: Gigi memiliki peran penting dalam fungsi pengunyahan, sehingga masalah gigi akan menggangu fungsi peran gigi dan menyebabkan terjadinya maloklusi . Peranti ortodonti cekat merupakan salah satu perawatan terapi maloklusi. Umumnya masalah yang kerap kali dihadapi pasien peranti cekat adalah oral hygiene yang disebabkan hilangnya kemampusan self-cleansing oleh lidah dan pipi oleh karena bentuk peranti cekat yang rumit. Sehingga menyebabkan penurunan oral hygiene yang mengakibatkan akumulasi plak dan bakteri pada rongga mulut, khususnya Staphylococcus aureus. S.aureus merupakan bakteri patogen Gram-positif yang dapat membentuk biofilm di rongga mulut manusia. Salah satu terapi yang dapat dilakukan adalah dengan pemberian obat antibakteri. Salah satu herbal yang memiliki sifat antibakteri adalah daun sirih merah. Pada ekstrak daun sirih merah terdapat senyawa antibakteri yang terdiri dari minyak atsiri, alkaloid, flavonoid,dan tanin, dimana setiap senyawa yang terkandung memiliki cara kerja antibakteri yang berbeda. Tujuan: Meneliti aktivitas antibakteri ekstrak daun sirih merah terhadap S.aureus dengan melihat nilai Minimum Inhibitory Concentration (MIC) dan Minimum Bactericidal Concentration (MBC). Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental laboratorium in vitro. Kelompok yang diteliti adalah kelompok kontrol negatif berupa S.aureus+BHIB, kelompok kontrol positif berupa S.aureus+BHIB+NaF 2%, kelompok perlakuan berupa ekstrak daun sirih merah yang telah dilakukan serial dilusi 100%, 50%, 25%, 12.5%, 6.25%, dan 3.125% yang masing- masing dimasukkan dalam tabung reaksi+S.aureus+BHIB. Hasil: Konsentrasi 6.25% dinilai sebagai MIC dan konsentrasi 12.5% dinilai sebagai MBC. Simpulan: Ekstrak daun sirih merah terbukti memiliki aktivitas antibakteri terhadap S.aureus yang dibuktikan dengan melihat nilai MIC dan MBC.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKA KK S.FKG 86 - 23 Ahm k | |||||||||
| Uncontrolled Keywords: | ekstrak daun sirih merah, Staphylococcus aureus, antibakteri, Minimum Inhibitory Concentration (MIC), Minimum Bactericidal Concentration (MBC). | |||||||||
| Subjects: | Q Science > QR Microbiology > QR75-99.5 Bacteria R Medicine > RK Dentistry > RK1-715 Dentistry |
|||||||||
| Divisions: | 02. Fakultas Kedokteran Gigi > S1 Kedokteran Gigi | |||||||||
| Creators: |
|
|||||||||
| Contributors: |
|
|||||||||
| Depositing User: | Ika Rudianto | |||||||||
| Date Deposited: | 17 Jun 2026 01:29 | |||||||||
| Last Modified: | 17 Jun 2026 01:29 | |||||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/142520 | |||||||||
| Sosial Share: | ||||||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


