FIRDA NURUL DIAH ASHSHOFFA, - (2022) Pengaruh Lama Waktu Elisitasi Metil Jasmonat Terhadap Biomassa dan Kadar Saponin Kultur Akar Adventif Ginseng Jawa (Talinum paniculatum (Jacq.) Gaertn.) dalam Bioreaktor Bergelembung Tipe Balon. Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA,.
|
Text (HAL JUDUL)
HAL JUDUL.pdf Download (530kB) |
|
|
Text (BAB I)
BAB I.pdf Download (70kB) |
|
|
Text (FULL TEXT)
FULL TEXT.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Ginseng Jawa (Talinum paniculatum (Jacq.) Gaertn.) merupakan tanaman obat yang memiliki senyawa bioaktif, yaitu saponin. Produksi biomassa dan saponin perlu ditingkatkan untuk dapat memenuhi kebutuhan industri farmasi. Peningkatan produksi dapat dilakukan melalui kultur in vitro akar adventif dalam bioreaktor bergelembung tipe balon (BBTB) dengan optimasi lama waktu pemberian metil jasmonat (elisitor abiotik). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama waktu elisitasi metil jasmonat terhadap biomassa dan kadar saponin kultur akar adventif ginseng jawa. Penelitian dilakukan secara eksperimental di laboratorium. Setiap 2 gram akar adventif dikultur pada media cair di erlenmeyer sistem shake flask. Pada usia 4 minggu kultivasi, akar adventif dipindahkan ke BBTB skala 1 L berisi 400 mL media MS yang ditambah IBA 2 mg/L, sukrosa 30 g/L dan metil jasmonat 0,2 mM sebanyak 8 mL. Akar adventif diberi perlakuan lama waktu elisitasi metil jasmonat (0 minggu, 1 minggu, 2 minggu, 3 minggu, 4 minggu) tanpa pengulangan. Pada hari terakhir elisitasi, akar adventif dipanen dan pengamatan biomassa segar, biomassa kering, morfologi akar, kadar saponin, kadar MDA dan kadar prolin dilakukan. Perhitungan kadar saponin, MDA dan prolin dilakukan menggunakan spektrofotometer UV-VIS. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan kontrol 0 minggu tanpa elisitasi (K0) mampu meningkatkan rerata biomassa segar sebesar 1,517 gram dan rerata biomassa kering sebesar 0,086 gram. Kadar saponin tertinggi diperoleh pada perlakuan lama waktu elisitasi metil jasmonat 2 minggu (E2) sebesar 1945,2 mg/L setara dengan 5,84 mg/g berat kering. Pengamatan morfologi diameter akar paling tinggi diperoleh dari perlakuan kontrol 4 minggu tanpa elisitasi (K4) yaitu diameter pangkal akar 878,11 µm, tengah akar 779,12 µm, dan ujung akar 498,71 µm. Kadar MDA dan prolin tertinggi didapatkan pada perlakuan lama waktu elisitasi metil jasmonat 4 minggu (E4) yakni berturut-turut sebesar 40,75 µM/g berat kering dan 40,27 µM/g berat kering. Waktu elisitasi metil jasmonat yang lebih lama menghambat pertumbuhan akar adventif namun dapat menginduksi pembentukan saponin lebih tinggi sebagai bentuk pertahanan diri terhadap kondisi cekaman abiotik. Waktu elisitasi metil jasmonat yang lebih lama juga dapat meningkatkan kadar MDA dan prolin sebagai marker bahwa sel mengalami stres akibat cekaman.
| Item Type: | Thesis (Thesis) | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKC KK T.FST.B 02 - 23 Fir p | ||||||
| Uncontrolled Keywords: | Javanese Ginseng (Talinum paniculatum (Jacq.) Gaertn.), balloon type bubble bioreactor, methyl jasmonate (MeJa), saponin | ||||||
| Subjects: | Q Science > QH Natural history > QH301 Biology | ||||||
| Divisions: | 08. Fakultas Sains dan Teknologi > Biologi | ||||||
| Creators: |
|
||||||
| Contributors: |
|
||||||
| Depositing User: | Indah Fatma | ||||||
| Date Deposited: | 17 Jun 2026 03:28 | ||||||
| Last Modified: | 17 Jun 2026 03:28 | ||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/142565 | ||||||
| Sosial Share: | |||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


