Kajian Pragmatik Lintas Budaya : Penggunaan Hedging Sebagai Strategi Komunikasi Tiongkok dan Indonesia dalam Konstruksi Identitas Terkait Diplomasi Kesehatan Bilateral pada Masa Pandemi COVID-19

ZHANG LIRONG, - (2022) Kajian Pragmatik Lintas Budaya : Penggunaan Hedging Sebagai Strategi Komunikasi Tiongkok dan Indonesia dalam Konstruksi Identitas Terkait Diplomasi Kesehatan Bilateral pada Masa Pandemi COVID-19. Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA,.

[img] Text (HAL JUDUL)
HAL JUDUL.pdf

Download (132kB)
[img] Text (BAB I)
BAB I.pdf

Download (73kB)
[img] Text (FULL TEXT)
FULL TEXT.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: https://lib.unair.ac.id/

Abstract

Hedging adalah semacam manifestasi linguistik unik yang sering digunakan sebagai strategi komunikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, mengategorikan dan menghitung hedging yang digunakan oleh juru bicara Tiongkok dan Indonesia sebagai strategi komunikasi diplomasi dalam konstruksi identitas pada masa pandemi COVID-19 dari perspektif pragmatik lintas budaya. Dengan menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif dan kualitatif deskriptif, hasil penelitian menunjukkan bahwa hedging adalah bentuk linguistik yang sering digunakan oleh juru bicara diplomatik dalam memberikan pernyataan diplomatik. Baik juru bicara Tiongkok maupun juru bicara Indonesia lebih sering menggunakan approximator yang dapat memodifikasi derajat preposisi dan nilai kebenaran tuturan daripada shield yang menunjukkan pandangan penutur. Namun, dalam empat tema yang terkait diplomasi kesehatan bilateral, frekuensi kehadiran hedging dalam pernyataan diplomatik Tiongkok terkait tema prospek kerja sama paling tinggi, sedangkan penggunaan hedging dalam pernyataan diplomatik Indonesia terkait tema kolaborasi vaksinasi paling banyak. Hedging sebagai strategi komunikasi diplomatik di penelitian ini terwujud untuk meningkatkan kekuatan persuasif penyampaian, menjaga muka dan memitigasi kerugian, lebih jauh lagi untuk memelihara kepentingan nasional serta mengonstruksi identitas kedua negara selama pandemi COVID-19. Dengan pengaruh nilai-nilai budaya diplomasi dari kedua negara, frekuensi maupun jenis hedging yang digunakan juga menunjukkan perbedaan dalam pernyataan diplomatik terkait diplomasi kesehatan bilateral. Konstruksi identitas Tiongkok sebagai pemelihara kedamaian dunia dan Indonesia selaku penggerak vaksinasi dalam penanggulangan pandemi COVID-19 juga terungkapkan dari analisis konteks. Temuan penelitian ini pada dasarnya memberikan pandangan yang baru terhadap kajian hedging, baik untuk peneliti yang tertarik dengan ilmu linguistik, maupun sarjana yang berkecimpung dalam bidang politik dan diplomatik.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKB KK-2 T.FIB.L 05 - 23 Zha k
Uncontrolled Keywords: Keywords: Hedging; Cross-cultural Pragmatics; Diplomatic; COVID-19
Subjects: P Language and Literature > P Philology. Linguistics > P1-1091 Philology. Linguistics(General)
Divisions: 12. Fakultas Ilmu Budaya > S2 Ilmu Linguistik
Creators:
CreatorsNIM
ZHANG LIRONG, -NIM122014253002
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorNI WAYAN SARTINI, -NIDN-
Depositing User: Indah Fatma
Date Deposited: 17 Jun 2026 05:55
Last Modified: 17 Jun 2026 05:55
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/142578
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item