SEPTIANA WAHYU KARTIKA DEWI (2022) FENOMENA SELEBGRAM SEBAGAI BENTUK PERSONAL BRANDING. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text (HALAMAN JUDUL)
071811433105_HALAMAN JUDUL.pdf Download (854kB) |
|
|
Text (BAB I)
071811433105_BAB I.pdf Download (1MB) |
|
|
Text (FULLTEXT)
071811433105_FULLTEXT.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Studi ini mengkaji fenomena Selebgram sebagai bentuk personal branding. Studi ini bertujuan untuk melihat bagaimana Selebgram asal Tuban membangun citra diri (personal branding) di media sosial Instagram dan makna sosial personal branding menurut selebgram asal Tuban. Studi ini menggunakan teori Looking Glass Self oleh Charles Cooley serta teori Fenomenologi oleh Alfred Schutz. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Setting sosial yang digunakan dalam penelitian ini adalah akun Instagram para Selebgram asal Tuban. Adapun tipe penelitian yang digunakan adalah tipe penelitian deskriptif. Teknik pemilihan subyek penelitian adalah dengan teknik purposive. Informan yang diwawancarai sebanyak enam orang selebgram berasal dari Kabupaten Tuban. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cara Selebgram Asal Tuban membangun citra diri (personal branding) sangat bervariasi, baik melalui konten foto dan video mengenai kecantikan, tulisan, kegiatan saat liburan, kegiatan sehari-hari, unjuk minat bakat, hal ini dilakukan melalui beragam fitur di Instagram seperti Instagram story, feeds, reels, hal ini juga dilakukan secara berkelanjutan sehingga bisa mendapatkan respon yang tinggi oleh para pengikutnya. Selebgram asal Tuban memaknai personal branding sebagai cara mereka memberi pengaruh pada pengikutnya melalui apa yang ia unggah, hal ini mereka manfaatkan sebagai peluang untuk mendapatkan penghasilan melalui endorsement di akun Instagram- nya. Proses terbentuknya personal branding Selebgram Asal Tuban dikategorikan menjadi dua yaitu aksi direncanakan dan tidak direncanakan dari aspek respon yang didapatkan, terdapat selebgram yang mempelajari konten yang bisa mengundang respon yang tinggi hingga menjadikannya sebagai seorang selebgram, sedangkan terdapat selebgram yang mendapatkan respon karena foto atau video yang diunggah secara asal.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKB KK-2 S.FISIP.S 49 - 23 Sep f | ||||||
| Uncontrolled Keywords: | selebgram, personal branding, instagram | ||||||
| Subjects: | H Social Sciences > HM Sociology > HM(1)-1281 Sociology > HM661-696 Social control | ||||||
| Divisions: | 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Sosiologi | ||||||
| Creators: |
|
||||||
| Contributors: |
|
||||||
| Depositing User: | Sulistiorini | ||||||
| Date Deposited: | 17 Jun 2026 07:03 | ||||||
| Last Modified: | 17 Jun 2026 07:03 | ||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/142590 | ||||||
| Sosial Share: | |||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


