ANALISIS KADAR HORMON ADRENOKORTIKOTROPIK DAN KORTISOL DARAH SEBELUM DAN SESUDAH PEMBERIAN KORTIKOSTEROID PADA PENDERITA COVID-19 DENGAN ACUTE RESPIRATORY DISTRESS SYNDROME

VICTORIA INDAH MAYASARI, - (2022) ANALISIS KADAR HORMON ADRENOKORTIKOTROPIK DAN KORTISOL DARAH SEBELUM DAN SESUDAH PEMBERIAN KORTIKOSTEROID PADA PENDERITA COVID-19 DENGAN ACUTE RESPIRATORY DISTRESS SYNDROME. Masters thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (HALAMAN I)
011818156301 HALAMAN I.pdf

Download (238kB)
[img] Text (BAB I)
011818156301 BAB I.pdf

Download (41kB)
[img] Text (FULL TEXT)
011818156301.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://www.lib.unair.ac.id

Abstract

Objektif: Pengukuran kadar hormon adrenokortikotropik (ACTH) dan kortisol menjadi lebih penting dalam kasus terapi kortikosteroid terkait dampaknya terhadap sekresi ACTH dan kortisol serta aksis hipotalamus-hipofisis-adrenal (HPA). Bukti klinis tentang kegunaan pemantauan ACTH dan kortisol pada penderita Covid-19 terutama dengan Acute Respiratory Distress Syndrome (ARDS) masih terbatas. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis kadar ACTH dan kortisol darah pada kohort penderita Covid-19 dengan ARDS yang mendapat terapi kortikosteroid. Metode: Penelitian ini berupa studi kohort prospektif pada penderita Covid-19 dengan ARDS yang dirawat di ICU Isolasi RSUD Dr. Soetomo, Surabaya. Kadar ACTH plasma dan total kortisol serum pagi hari diukur saat perawatan hari ke 1 dan hari ke 7 pada 30 penderita yang mendapatkan kortikosteroid. Hubungan kadar ACTH maupun kortisol dengan outcome penderita dinilai berdasarkan kelangsungan hidup pada hari ke 28. Hasil: Terdapat perbedaan bermakna antara kadar ACTH juga kortisol sebelum dan sesudah pemberian kortikosteroid (median perbedaan kadar ACTH adalah 1,49 pg/mL (-49,1 – 30,67) dan rerata kortisol adalah 12,83 ? 18,306 µg/dL; p <0,05). Hubungan kadar ACTH sesudah pemberian kortikosteroid dengan outcome penderita tidak berhubungan bermakna dengan p=0,632 (p>0,05), sedangkan kortisol memiliki hubungan bermakna dengan kekuatan hubungan sedang. p=0,002 (p<0,005) dan koefisien kontingensi 0,5. Kesimpulan: Perbedaan kadar ACTH dan kortisol signifikan antara sebelum dan sesudah pemberian kortikosteroid. Kadar kortisol setelah pemberian kortikosteroid memiliki hubungan yang bermakna dengan outcome penderita, sedangkan kadar ACTH tidak berhubungan.

Item Type: Thesis (Masters)
Additional Information: Cortisol, ACTH, ARDS, Covid-19, Infectious diseases
Uncontrolled Keywords: Kortisol, ACTH, ARDS, Covid-19, Penyakit menular
Subjects: R Medicine > RB Pathology > RB151-214 Theories of disease. Etiology. Pathogenesis
R Medicine > RB Pathology > RB37-56.5 Clinical pathology. Laboratory technique
Divisions: 01. Fakultas Kedokteran > Patologi Klinik
Creators:
CreatorsNIM
VICTORIA INDAH MAYASARI, -NIM011818156301
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorARYATI, -NIP196308151990022001
Thesis advisorBAMBANG PUJO SEMEDI, -NIP197302082008011013
Depositing User: Dewi Puspita
Date Deposited: 18 Jun 2026 02:37
Last Modified: 18 Jun 2026 02:37
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/142593
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item